kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Uji Support US$ 4.000, Emas Mengintip Peluang Rebound Jelang FOMC


Minggu, 25 Oktober 2026 / 15:49 WIB
Uji Support US$ 4.000, Emas Mengintip Peluang Rebound Jelang FOMC
ILUSTRASI. Harga Emas Turun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju penurunan harga emas global kini tengah berada di fase krusial saat menguji level psikologis kuatnya, memunculkan spekulasi antara potensi pembalikan arah teknikal (rebound) atau justru berlanjutnya tekanan akibat ketidakpastian suku bunga.

Mengutip data Trading Economics pada Jumat (23/10/2026), harga emas bertengger di level US$ 3.993,96 per ons troi, mencatatkan koreksi harian sebesar 30,86 poin atau 0,77%, serta membukukan pelemahan mingguan 4,14%, penyusutan bulanan 6,57%, dan koreksi year-to-date (YTD) sedalam 7,54%.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin menjelaskan, memerahnya rapor harga logam mulia belakangan ini banyak dipengaruhi oleh likuidasi posisi dan aksi ambil untung massal, terutama setelah emas sempat mendekati rekor US$ 5.594 di awal tahun 2026.

Tekanan tersebut kian berlapis akibat sentimen inflasi yang membandel akibat lonjakan harga energi global, sehingga memaksa Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat yang otomatis memicu penguatan dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Tertekan hingga di Bawah US$ 4.000, Ini Proyeksi Akhir 2026

Menyikapi penurunan tersebut, pelemahan harga yang ada justru dilihat sebagai momentum fundamental yang strategis bagi portofolio investasi.

"Koreksi saat ini dipandang sebagai fase akumulasi sehat. Dukungan struktural emas tetap kuat karena bank sentral global (terutama negara berkembang) terus aktif mendiversifikasi cadangan devisa mereka ke emas fisik untuk mengurangi ketergantungan pada dolar," ungkap Nanang kepada Kontan, Jumat (23/10/2026).

Secara teknikal, Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyoroti pentingnya level US$ 4.000 yang saat ini bertindak sebagai zona harmonic support.

Jika area krusial tersebut mampu dipertahankan, emas berpeluang mencatatkan pemulihan pada timeframe harian, meski pergerakannya diyakini tetap volatil menyambut keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober mendatang yang akan sangat mendikte pasar.

"Jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga gagal mempertahankan area US$4.000, skenario pemulihan perlu dievaluasi karena risiko pelemahan lanjutan masih terbuka," tegas Geraldo.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Analis Sarankan Investor Beli Bertahap

Menakar proyeksi pergerakan harga ke depan, Geraldo membidik sasaran resistance jangka pendek terdekat emas untuk skenario pemulihan berada di rentang US$ 4.066 hingga US$ 4.108 per ons troi.

Sementara itu, untuk proyeksi hingga akhir 2026, Nanang memperkirakan batas bawah atau area konsolidasi konservatif akan tertahan di level US$ 3.900–US$ 3.980.

Apabila tekanan pasar mulai mereda, target konsensus harga emas pada kuartal keempat diproyeksikan mampu kembali pulih ke rentang US$ 4.300 hingga US$ 4.500 per ons troi.

Baca Juga: Kinerja Investasi Emas Mengungguli Instrumen Investasi Lain, Apa Pemicunya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×