Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 250 miliar. Buyback berlangsung di tengah tren pelemahan harga saham CBDK.
Perseroan menyatakan dana buyback tersebut sudah termasuk biaya transaksi dan akan menggunakan dana internal perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi, pelaksanaan buyback saham CBDK akan dimulai pada 20 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 19 November 2026.
Manajemen menjelaskan, aksi korporasi tersebut dilakukan antara lain untuk mengurangi tekanan jual terhadap saham CBDK di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Selain itu, buyback diharapkan dapat menjaga kepercayaan pemegang saham terhadap nilai fundamental perseroan.
Baca Juga: Harga Anjlok 58%, Saham Harga Rp 200-an Ini Malah Banyak Dikoleksi Investor
Buyback saham CBDK di pasar reguler
Pembelian kembali saham CBDK akan dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam pelaksanaannya, perseroan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai anggota bursa yang akan menjalankan transaksi buyback tersebut.
Perseroan akan menggunakan dana internal untuk membiayai seluruh pelaksanaan pembelian kembali saham.
Aksi buyback ini menjadi perhatian investor karena dilakukan ketika harga saham CBDK telah mengalami tekanan cukup dalam sepanjang 2026.
Tonton: MBG dan Pajak: Dana Pemerintah Tak Berarti Bebas Pajak
Saham CBDK anjlok 55,41%
Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), saham CBDK ditutup di level Rp 3.790 per saham.
Harga tersebut naik 20 poin atau sekitar 0,53% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Namun, jika dibandingkan dengan posisi awal tahun 2026, harga saham CBDK telah terkoreksi 55,41% secara year to date (YtD).
Dengan kondisi tersebut, perseroan menilai pembelian kembali saham dapat menjadi salah satu langkah untuk meredam tekanan jual di pasar sekaligus menunjukkan keyakinan terhadap fundamental perusahaan.
Meski demikian, realisasi dampak buyback terhadap pergerakan harga saham CBDK tetap akan bergantung pada kondisi pasar, sentimen investor, serta kinerja fundamental perseroan.
Investor juga perlu mencermati keterbukaan informasi berikutnya untuk mengetahui realisasi jumlah saham yang telah dibeli kembali selama periode pelaksanaan buyback.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














