kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Transaksi Kripto RI Naik 12,87%, Bitcoin Masih Jadi Aset Paling Diminati


Senin, 05 Oktober 2026 / 18:42 WIB
Transaksi Kripto RI Naik 12,87%, Bitcoin Masih Jadi Aset Paling Diminati
ILUSTRASI. Kripto - Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mulai berbalik naik seiring penguatan harga aset kripto secara keseluruhan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto selama bulan Agustus 2026 tercatat sebesar Rp 23,16 triliun atau meningkat 12,87% month to month (mtm) dari transaksi Juli 2026 yang sebesar Rp 20,52 triliun.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif setelah tren nilai transaksi kripto di Indonesia cenderung menurun sejak awal tahun. 

Baca Juga: SBR015 Tembus Rp 2,3 Triliun, Ini Tenor yang Paling Banyak Diburu Investor

Co-Founder CryptoWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir menyebut, penguatan aktivitas perdagangan ini turut didorong oleh kenaikan harga aset kripto secara keseluruhan.

"Hal ini dikarenakan adanya kenaikan harga crypto secara keseluruhan. Di mana pasar crypto menambah US$ 255 miliar lebih dalam kapitalisasi pasar, sehingga transaksi pun meningkat," ujar Christopher kepada Kontan, Minggu (5/10/2026).

Menurut dia, kenaikan kapitalisasi pasar tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek harga aset kripto. 

"Dan tentunya saat ini diperkirakan bahwa pasar memiliki kepercayaan bahwa harga telah mencapai dasarnya," lanjut Christopher.

Di tengah pemulihan aktivitas transaksi tersebut, Bitcoin masih menjadi aset kripto yang paling banyak diminati. Christopher melihat dana dalam jumlah besar cenderung mengalir ke Bitcoin dibandingkan aset kripto lainnya maupun kontrak derivatif.

Menurut Christopher, dominasi Bitcoin juga mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati meski sentimen terhadap aset berisiko mulai membaik.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya mengalihkan dana ke aset kripto dengan risiko yang lebih tinggi. Kontrak derivatif juga belum menjadi pilihan utama dibandingkan transaksi Bitcoin.

Baca Juga: Sentimen Global Menguat, Intip Proyeksi Rupiah untuk Selasa (6/10)

Sementara itu, aktivitas nasabah dalam perdagangan kripto masih cukup tinggi. Namun, Christopher mengingatkan bahwa level harga tertentu dapat memicu aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Melansir Coin Market Cap pada Senin (5/10) pukul 18.22 WIB, harga Bitcoin bertengger di kisaran US$ 85.952, meningkat 0,83% secara harian. Christopher menyebut level US$ 85.000 pada Bitcoin berpotensi menjadi salah satu pemicu aksi profit taking.

"Untuk saat ini nasabah cenderung masih aktif berdagang, namun tentunya level US$ 85.000 dapat menjadi pemicu aksi ambil untung, yang dapat meningkatkan transaksi jangka pendek," kata Christopher.

Di sisi lain, OJK juga mencatat nilai transaksi derivatif AKD selama bulan Agustus 2026 tercatat sebesar Rp 4,56 triliun atau meningkat 33,76% ketimbang Juli 2026 Rp 3,41 triliun.

Selaras dengan meningkatnya transaksi aset kripto, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital juga berada dalam tren meningkat, yaitu mencapai 23,21 juta akun konsumen pada posisi Agustus 2026 atau tumbuh 1,23% mtm dari posisi Juli 2026 yang masih 22,93 juta akun konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×