kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Harga Anjlok 58%, Saham Harga Rp 200-an Ini Malah Banyak Dikoleksi Investor


Kamis, 20 Agustus 2026 / 05:29 WIB
Harga Anjlok 58%, Saham Harga Rp 200-an Ini Malah Banyak Dikoleksi Investor
ILUSTRASI. Harga Anjlok 58%, Saham Harga Rp 200-an Ini Malah Banyak Dikoleksi Investor


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah pemegang saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melonjak pada Juli 2026. Peningkatkan jumlah investor terjadi di tengah pelemahan harga saham GPSO.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah pemegang saham GPSO bertambah 1.960 investor dalam satu bulan.

Dengan tambahan tersebut, jumlah investor GPSO meningkat 43,84% menjadi 6.430 investor pada akhir Juli 2026, dari sebelumnya 4.470 investor pada Juni 2026.

Lonjakan jumlah investor tersebut terjadi setelah GPSO melakukan sejumlah perubahan penting dalam struktur kepemilikan dan arah bisnis perseroan.

Salah satunya adalah masuknya PT PIMSF Pulogadung sebagai pemegang saham pengendali baru. 

Pada perdagangan Rabu 19 Agustus 2026, harga saham perusahaan penyedia peralatan survei geografis ini Rp 296 naik 14 poin atau 4,96% secar harian. Secara bulanan, harga saham GPSO turun 5,73% dan anjlok 58,31% sejak awal tahun 2026 atau year to date. 

Tonton: BI Rate Tak Berubah, Tapi Jurus BI Makin Agresif

Kepemilikan PIMSF GPSO naik

Seiring bertambahnya jumlah investor, kepemilikan PT PIMSF Pulogadung juga mengalami perubahan.

PIMSF tercatat meningkatkan kepemilikannya menjadi sekitar 310,98 juta saham atau setara 42,40% dari sebelumnya 250,87 juta saham atau 37,63%.

PIMSF sebelumnya mengambil alih posisi sebagai pengendali baru GPSO dan kemudian menyerap seluruh saham yang diterbitkan melalui aksi private placement.

Dalam aksi tersebut, GPSO menerbitkan 66,674 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp427 per saham. Dari aksi korporasi itu, perseroan memperoleh dana sekitar Rp28,46 miliar.

Saham baru tersebut seluruhnya diserap PIMSF, yang merupakan bagian dari jaringan bisnis Tjokro Group.

Saham publik GPSO ikut bertambah

Di sisi lain, kepemilikan saham oleh publik juga mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang menjadi dasar laporan registrasi pemegang efek, kepemilikan saham scripless publik naik dari sekitar 380,63 juta saham atau 57,09% pada Juni 2026 menjadi 422,42 juta saham atau 57,60% pada Juli 2026.

Kenaikan tersebut menunjukkan basis kepemilikan publik GPSO tetap cukup besar meskipun perseroan telah memiliki pengendali baru.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan kepemilikan saham scripless GPSO masih didominasi investor individu dengan sekitar 360,10 juta saham.

Selanjutnya, investor korporasi memiliki sekitar 353,20 juta saham.

Selain kedua kelompok tersebut, kepemilikan GPSO juga tersebar pada kelompok private bank, lembaga keuangan, partnership, afiliasi pengendali, perbankan, serta penasihat investasi.

Tonton: Rp700 Ribu per Kg? Ini Realita Pengupas Bawang di Pasar

Free float GPSO mencapai 57,15%

Dari sisi free float, jumlah saham GPSO yang memenuhi ketentuan Peraturan Bursa Nomor I-A dan I-V mencapai sekitar 419,18 juta saham.

Jumlah tersebut setara 57,15% dari total 733,42 juta saham GPSO yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Porsi free float tersebut meningkat dibandingkan posisi Juni 2026 yang berada di level 56,61%.

Dengan demikian, pertumbuhan jumlah investor GPSO pada Juli juga berjalan seiring dengan peningkatan proporsi saham yang tersedia bagi publik.

Baca Juga: Asing Net Buy Rp 933 Miliar, Intip Saham yang Banyak Diborong, Rabu (19/8)

GPSO tengah bertransformasi

Pertumbuhan basis investor GPSO tidak dapat dilepaskan dari perubahan besar dalam bisnis perseroan sepanjang 2026.

Setelah PIMSF Pulogadung masuk sebagai pengendali baru, GPSO mulai memperluas kegiatan usahanya dan menyesuaikan lini bisnis dengan ekosistem Tjokro Group.

Perseroan sebelumnya menuntaskan private placement senilai Rp28,46 miliar. Dana tersebut berasal dari penerbitan 66,67 juta saham baru dengan harga Rp427 per saham.

GPSO juga menambah sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), termasuk aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis, perdagangan besar mesin serta perlengkapannya, dan aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian.

Manajemen menyatakan perubahan tersebut dilakukan agar kegiatan usaha GPSO dapat bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group sekaligus memperluas sumber pendapatan perseroan.

Dengan perubahan pengendali, ekspansi kegiatan usaha, serta meningkatnya jumlah pemegang saham, GPSO kini memasuki fase transformasi bisnis.

Bagi investor, perubahan struktur tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan bersamaan dengan perkembangan kinerja keuangan dan realisasi ekspansi bisnis perseroan.



 

Pajak Mengintai Ekspor Emas Perhiasan, Ini Alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×