Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Remitra Global International Tbk (MKNT) menyelesaikan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perusahaan menerbitkan dan mencatatkan 1.024.490.000.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 1 per saham.
"Remitra Global telah melaksanakan PMTHMETD berdasarkan hasil keputusan RUPSLB pada 14 September 2026," tulis Corporate Secretary MNKT, Shella Octavia dalam keterbukaan informasi, Senin (5/10/2026).
Langkah ini mengubah struktur permodalan MNKT secara drastis. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor melonjak dari 5,5 miliar saham menjadi 1.029.990.000.000 lembar saham. Modal disetor dan dibayar penuh pun naik dari Rp 110 miliar menjadi Rp 1.134.490.000.000 atau sekitar Rp 1,13 triliun.
Baca Juga: Transaksi Kripto RI Naik 12,87%, Bitcoin Masih Jadi Aset Paling Diminati
Shella menerangkan saham baru dari aksi korporasi tersebut diserap oleh tujuh pihak. PT Headwell Bintang Energi Hijau menjadi pengambil bagian terbesar dengan 668 miliar saham Berikutnya PT Mantra Capital Persadan dengan 156,49 miliar saham.
Lima investor perorangan mengambil sisanya. Suripto, Jhon Veter Firdaus, dan Antony Lesmana masing-masing memperoleh 50 miliar saham, sedangkan Daniel Tejakusuma dan Rossa Linna masing-masing 25 miliar saham. Kelimanya disebut bersama-sama sebagai para investor independen dan menyetor tunai total Rp 200 miliar.
Alokasi Dana
Dari dana Rp 200 miliar investor independen, sebanyak Rp 160.000.003.192 akan disalurkan kepada PT Citra Baru Steel (CBS) untuk modal usaha dan pendanaan rencana investasi pengembangan bisnisnya.
Sebesar Rp 30 miliar akan disalurkan kepada PT Radja Udang Malingping (RUM) untuk keperluan modal usaha dan investasi. Sisanya, Rp 9.999.996.808, dipakai MKNT sebagai modal kerja operasional.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Selasa (6/10), Simak Rekomendasi ADRO, INCO dan MEDC
Di luar itu, PT Mantra Capital Persadan menyetor tunai Rp 1.564.900.000. Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi sisa harga pembelian saham RUM kepada PT Mazon Bumi Mining, sesuai akta jual beli saham RUM tertanggal 29 Mei 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














