kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Harga Emas Naik Tipis Pagi Ini, Prospek Kenaikan Suku Bunga Menjadi Pemberat


Kamis, 22 Juni 2023 / 07:14 WIB
ILUSTRASI. Kamis (22/6) pukul 7.01 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.933,69 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat tipis pada pagi ini setelah turun empat hari perdagangan berturut-turut. Kamis (22/6) pukul 7.01 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.933,69 per ons troi.

Harga emas spot naik tipis 0,06% dari penutupan perdagangan kemarin US$ 1.932,55 per ons troi. Dalam empat hari perdagangan hingga kemarin, harga emas spot mengakumulasikan penurunan 1,3%.

Harga emas kontrak Agustus 2023 di Commodity Exchange turun tipis ke US$ 1.994,10 per ons troi. Ini adalah penurunan emas berjangka di hari ketiga berturut-turut dengan total penurunan 1,37%. 

Harga emas turun karena Gubernur Federal Reserve Jerome Powell memberi sinyal suku bunga akan naik lagi untuk mengekang inflasi.

"Kami masih sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi ke target 2%," kata Powell dalam rapat dengar pendapat dengan DPR Amerika Serikat (AS) semalam. Powell menyebut, waktu kenaikan suku bunga akan tergantung pada data yang muncul. 

Baca Juga: Simak Proyeksi Harga Emas di Pasar Spot dan Harga Emas Antam Berikut Ini

Prospek pengetatan moneter lewat kenaikan suku bunga di AS dan Eropa menjadi pemberat bagi harga emas. Emas merupakan safe haven yang tidak menawarkan imbal hasil. Sehingga ketika suku bunga naik, investasi emas menjadi kurang menarik.

Penguatan nilai tukar dolar AS juga menjadi pemberat bagi pergerakan harga emas. Emas dihargai dalam dolar AS. Sehingga ketika mata uang ini menguat, maka emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang lain.

"Kita mungkin akan melihat kenaikan suku bunga lanjutan, tetapi siklus ini mendekati akhir sehingga saya yakin harga emas hanya koreksi dan akan kembali naik," kata Ole Hansen, head of commodities strategy Saxo Bank A/S seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×