Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi jumbo atau big banks masih belum pulih sepenuhnya di perdagangan pekan ini. Di penutupan hari ini, Jumat (13/3/2026), seluruh saham big banks berada dalam zona merah.
Selama masa perdagangan pekan ini, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami anjlok harga paling dalam. Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), kemudian PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan terakhir PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
BMRI ditutup pada level Rp 4.750 per saham atau turun 4,62% dibandingkan harga pada penutupan pekan lalu.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Makin Perkasa Tembus 100, Valas Asia Makin Tertekan
BBRI ditutup pada level harga Rp 3.510 per saham atau turun 4,36% secara mingguan dari penutupan pekan lalu.
Sedangkan BBCA ditutup pada level harga Rp 6.875 per saham atau turun 1,79% dibandingkan pekan lalu. Saham BBCA sebenarnya sempat berada pada zona hijau dan beberapa kali terindikasi akan rebound menjelang diadakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), tapi kembali terjun di perdagangan hari ini.
Terakhir, BBNI ditutup pada level harga Rp 4.230 atau turun 0,70% dibandingkan harga pada penutupan pekan lalu. Harga BBNI juga sempat menanjak sampai Rp 4.340 per saham pada perdagangan kemarin, tapi kembali turun.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menyebut meski belum pulih dari tekanan yang sudah berlangsung cukup lama, saham big banks dinilai masih menarik karena memiliki fundamental yang kuat.
Andrey kemudian menyoroti tindakan buyback saham yang diumumkan oleh BBCA dan BBNI dalam RUPS-nya masing-masing pekan ini. Adapun BBCA akan melakukan buyback saham senilai Rp 5 triliun, sedangkan BBNI akan buyback saham senilai Rp 905 miliar.
Andrey menyebut tindakan buyback ini sebagai sinyal positif bahwa perbankan masih memiliki fundamental yang kuat.
"Setelah membagikan dividen yang cukup besar, sebagian bank masih memiliki excess capital sehingga buyback menjadi salah satu cara yang efisien untuk mengoptimalkan penggunaan modal tersebut," kata Andrey kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: IHSG Anjlok 3,05% ke 7.137 pada Jumat (13/3), DSSA, AMMN, ISAT Jadi Top Losers LQ45
Di sisi lain, Andrey menilai adanya koreksi harga membuat saham big banks memiliki valuasi yang kembali menarik. "Buyback dapat menjadi sinyal bahwa manajemen melihat valuasi sahamnya sudah berada di level yang undervalued," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













