kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

IHSG Kembali Melemah Pekan Ini, Tekanan Geopolitik Masih Membayangi


Jumat, 13 Maret 2026 / 17:17 WIB
IHSG Kembali Melemah Pekan Ini, Tekanan Geopolitik Masih Membayangi
ILUSTRASI. IHSG ditutup turun 4,57 persen ke level 7.577,06 (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan sepekan ini di zona merah. Sepanjang pekan, IHSG terkoreksi 3,22% dan pada penutupan perdagangan Jumat (13/3/2026) indeks melemah 3,05% ke level 7.137,21.

Koreksi ini melanjutkan pelemahan pada pekan sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026), IHSG juga tercatat turun 7,89% secara mingguan, mencerminkan tekanan yang masih kuat di pasar saham domestik dalam dua pekan terakhir.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan tekanan terhadap IHSG terutama dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Efek Eskalasi Timur Tengah, Rupiah Melemah ke Rp 16.958 per Dolar AS

Menurutnya, konflik yang melibatkan Iran masih berlangsung tanpa tanda-tanda akan segera mereda. Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran setelah muncul laporan bahwa Teheran menempatkan ranjau laut di Selat Hormuz.

“Kondisi ini membuat harga minyak dunia menguat karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan gangguan jalur energi di Selat Hormuz,” ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).

Lonjakan harga minyak tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko inflasi global. Hal ini juga berpotensi membuat bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan pemangkasan suku bunga.

Data inflasi Amerika Serikat terbaru tercatat naik 0,3% secara bulanan atau month on month (MoM) dan 2,4% secara tahunan atau year on year (YoY). Angka tersebut dinilai membuat The Fed cenderung lebih prudent dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Nafan menambahkan dinamika global tersebut juga berdampak pada kebijakan moneter di dalam negeri. Bank Indonesia dinilai menghadapi dilema karena kenaikan harga energi global berpotensi meningkatkan beban subsidi energi serta menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, risiko inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh otoritas moneter.

Senada, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan IHSG sepanjang pekan ini masih didominasi tekanan jual investor.

Menurutnya, beberapa sentimen global turut memengaruhi dinamika pasar saham domestik selama sepekan terakhir.

“Selama sepekan IHSG masih bergerak terkoreksi dan didominasi tekanan jual. Sentimen utamanya berasal dari konflik geopolitik di Timur Tengah, rilis data inflasi Amerika Serikat yang masih bertahan di level 2,4% YoY, serta sikap investor yang cenderung wait and see menjelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri,” ujarnya.

Herditya menambahkan secara historis pola pergerakan IHSG pada periode Ramadan cenderung membentuk pola U-shape, di mana indeks berpotensi melemah di awal periode sebelum berangsur pulih mendekati akhir Ramadan.

Untuk perdagangan awal pekan depan, Nafan memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif.

Secara teknikal, ia memproyeksikan support IHSG berada di level 7.117 dan 7.005. Sementara itu, resistance berada di kisaran 7.222 hingga 7.482.

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Merah Jumat (13/3/2026), Tapi Fundamentalnya Masih Kuat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×