Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dinilai masih menarik seiring strategi ekspansi regional dan berbagai langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan.
Salah satu strategi yang ditempuh KLBF adalah memperkuat ekspansi pasar di kawasan ASEAN, khususnya Thailand setelah mengakuisisi Alliance Pharma.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai langkah tersebut berpotensi mempercepat pertumbuhan pendapatan regional sekaligus memperluas pangsa pasar KLBF di luar Indonesia.
“Ekspansi ASEAN dapat mempercepat pertumbuhan pendapatan regional, memperbesar pangsa pasar, serta mendiversifikasi risiko ketergantungan dari pasar domestik,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Tekanan Valas Asia Berlanjut pada 2026, Kebijakan AS dan Geopolitik Jadi Sentimen
Senada, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai ekspansi ke Thailand membuka peluang sumber pertumbuhan baru bagi KLBF dalam jangka menengah.
Menurutnya, meskipun kontribusi awal kemungkinan belum terlalu besar, langkah tersebut dapat memperkuat penetrasi regional dan meningkatkan volume penjualan di masa mendatang.
“Langkah ini dapat memperluas sumber pertumbuhan pendapatan di luar pasar domestik serta membuka peluang peningkatan volume penjualan dalam jangka menengah,” jelasnya.
Selain ekspansi regional, KLBF juga melakukan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas biaya produksi. Salah satunya dengan mengalihkan skema pembayaran bahan baku active pharmaceutical ingredient (API) dari dolar Amerika Serikat ke renminbi serta menerapkan strategi multi-sourcing vendor.
Wafi menilai langkah tersebut cukup efektif untuk menekan risiko volatilitas nilai tukar yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi industri farmasi.
“Mitigasi nilai tukar ini efektif menekan eksposur volatilitas dolar AS, menurunkan beban bahan baku impor, serta membantu menstabilkan margin perusahaan,” katanya.
Azis juga menilai strategi tersebut mampu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar sekaligus menjaga stabilitas margin operasional KLBF.
Di sisi lain, KLBF juga menargetkan pertumbuhan dari lini obat resep spesialis dan produk nutrisi lifestyle.
Menurut Wafi, kedua segmen ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan utama kinerja KLBF pada tahun 2026 karena memiliki margin yang relatif tinggi.
“Obat spesialis dan nutrisi lifestyle menjadi motor utama pertumbuhan karena keduanya merupakan segmen bermargin tinggi yang merespons peningkatan kesadaran kesehatan preventif,” jelasnya.
Azis menambahkan prospek kedua segmen tersebut juga didukung meningkatnya kebutuhan terapi penyakit kronis serta tren masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan.
Selain strategi ekspansi dan penguatan segmen bisnis, KLBF juga menjalankan program buyback saham. Wafi menilai langkah tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap potensi penurunan harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
“Buyback memberikan downside protection dan menjadi sinyal dari manajemen bahwa saham perusahaan berada pada valuasi yang menarik,” ujarnya.
Azis juga menilai program tersebut dapat menopang stabilitas harga saham dalam jangka pendek serta meningkatkan sentimen positif dari investor.
Dari sisi rekomendasi, Wafi memberikan rekomendasi buy untuk saham KLBF dengan target harga Rp 1.700 per saham.
Sementara itu, Azis merekomendasikan trading buy untuk saham KLBF dengan target harga Rp1.075 per saham.
Baca Juga: IHSG Kembali Melemah Pekan Ini, Tekanan Geopolitik Masih Membayangi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












