Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang libur panjang Lebaran tak kunjung padam. Pada Jumat (13/3), IHSG ditutup melemah 3,05% ke level 7.137,21.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan tekanan IHSG ini membuat pelaku pasar dan investor cenderung menghindari pasar saham.
“Namun kalau investor suka dengan volatilitas dan masih punya modal, ikut berinvestasi merupakan sebuah kesempatan, tetapi ini semua kembali ke karakteristik masing-masing,” katanya kepada Kontan, Jumat (13/3).
Baca Juga: IHSG Kembali Melemah Pekan Ini, Tekanan Geopolitik Masih Membayangi
Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis mengatakan menjelang libur panjang, investor biasanya menghadapi risk exposure yang lebih tinggi karena selama pasar tutup sentimen global tetap berjalan.
“Saat ini, sentimen global masih cukup dinamis, terutama dari konflik Timur Tengah yang mendorong volatilitas harga minyak dan pasar keuangan global,” jelasnya.
Untuk itu, Alrich menyarankan investor untuk mengurangi posisi pada saham yang sudah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir untuk menghindari potensi profit taking menjelang libur.
“Selain itu, menjaga proporsi cash juga menjadi strategi yang cukup bijak menjelang libur panjang agar investor memiliki fleksibilitas jika setelah libur muncul volatilitas pasar,” ucapnya.
Head of Research Kiwoom Liza Camelia Suryanata menyarankan investor juga bisa mengambil sikap wait and see. Apalagi ada potensi sentimen negatif yang mengintai selama libur panjang.
“Periode libur panjang mendatang secara historis berpotensi memicu tekanan jual, terlebih dengan sentimen negatif yang membayangi belakangan ini,” katanya.
Namun, kata Liza, jeda libur ini juga dapat menjadi katalis positif. Apabila, terjadi de-eskalasi konflik di Timur Tengah maka pasar diperkirakan akan mendapatkan momentum pemulihan saat dibuka kembali.
Dengan ambrolnya IHSG di bawah level 7.300, Liza memproyeksikan support IHSG berikutnya ada di level 7.120 atau 7.000. Sementara Alrich bilang dengan tertembusnya level 7.200, IHSG berpotensi menguji area psikologis di 7.000.
Baca Juga: Efek Eskalasi Timur Tengah, Rupiah Melemah ke Rp 16.958 per Dolar AS
Nico menambahkan sebesarnya dari posisi IHSG yang sempat tertahan di atas 8.000, posisi 7.500 merupakan level psikologis IHSG. Menurutnya, selama IHSG terus melemah potensi IHSG turun ke level 7.000 sangat terbuka lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













