Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan kinerja solid sepanjang semester I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan di seluruh lini bisnis.
Mengacu pada laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (28/7/2026), laba bersih ISAT mencapai Rp4,3 triliun, melonjak 84,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,34 triliun.
Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan konsolidasian yang meningkat 13,1% yoy menjadi Rp30,65 triliun, dari sebelumnya Rp27,11 triliun.
Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 1 Triliun, Cek Saham yang Banyak Dilego, Selasa (28/7)
Secara kontribusi, segmen seluler masih menjadi penopang utama dengan porsi sebesar 83,3% terhadap total pendapatan. Sementara itu, bisnis multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) berkontribusi 15,3%, serta telekomunikasi sebesar 1,4%.
Pendapatan seluler tercatat tumbuh 12,2%, didorong oleh peningkatan layanan data dan jasa nilai tambah, meskipun sebagian teredam oleh penurunan pendapatan dari layanan telepon, SMS, dan interkoneksi.
Di sisi lain, pendapatan dari segmen MIDI meningkat 18,5% seiring kenaikan layanan IT, konektivitas tetap, dan internet tetap. Adapun pendapatan telekomunikasi tumbuh 8,4%, didukung oleh peningkatan layanan telepon internasional, meski masih tertekan penurunan telepon jaringan tetap.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA ISAT tercatat sebesar Rp14,6 triliun, naik 13,6% yoy, dengan margin EBITDA mencapai 47,6%.
Namun demikian, perseroan juga mencatatkan kenaikan beban usaha menjadi Rp22,9 triliun atau meningkat 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan biaya penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, biaya karyawan, pemasaran, serta beban umum dan administrasi.
Sementara itu, beban lain-lain tercatat naik tipis 1,2% menjadi Rp2,1 triliun, seiring kenaikan biaya keuangan yang diimbangi dengan perbaikan pada selisih kurs dan pendapatan bunga.
Baca Juga: Trading Indeks Nasdaq vs Investasi ETF QQQ: Apa Bedanya ?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














