Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menjelang rilis laporan keuangan semester I-2026, mayoritas analis masih mempertahankan pandangan positif terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sebanyak 77% analis dalam konsensus Bloomberg merekomendasikan beli saham GOTO.
Berdasarkan konsensus Bloomberg, terdapat 24 perusahaan sekuritas yang memberikan rekomendasi buy saham GOTO. Sementara tujuh sekuritas lainnya memilih rekomendasi hold dan tidak ada analis yang merekomendasikan jual saham tersebut.
Rata-rata target harga saham GOTO dalam konsensus Bloomberg mencapai Rp 80 per saham. Level tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 60% dibandingkan harga penutupan terakhir yang masih bertahan di Rp 50 per saham.
Harga saham GOTO sendiri telah bergerak di level Rp 50 selama hampir dua bulan. Tekanan tersebut muncul setelah pemerintah memangkas komisi aplikasi layanan ojek online roda dua menjadi 8% yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026.
Baca Juga: Masuk LQ45, Saham Indika Energy (INDY) Melonjak 41% dalam Sebulan
Meski demikian, sejumlah rumah riset tetap mempertahankan pandangan positif terhadap prospek GOTO. Maybank Sekuritas menetapkan rekomendasi beli dengan target harga Rp 80, sedangkan Morgan Stanley memberi rekomendasi equal weight dengan target Rp 79 per saham.
UOB Kay Hian Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga masing-masing Rp 78 dan Rp 70 per saham. Sementara Macquarie memberikan rekomendasi outperform dengan target harga Rp 72.
Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Gani menyebut, konsensus analis masih didominasi rekomendasi beli karena fundamental perseroan tetap terjaga, sementara ruang penurunan harga saham dinilai semakin terbatas.
"Konsensus analis sekarang memang masih condong ke buy, karena selain fundamental juga harga sudah di level Rp 50 per saham, risiko penurunan juga sangat rendah," jelas Gani, Selasa (28/7/2026).
Menurut Gani, level harga saham saat ini masih menarik sebagai titik masuk bagi investor. Namun, dia mengingatkan bahwa penurunan likuiditas perdagangan saham GOTO tetap menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.
Baca Juga: Lo Kheng Hong Borong 5,18 Juta Saham Gajah Tunggal (GJTL)
Gani bilang, laporan keuangan kuartal II-2026 akan menjadi katalis penting untuk mengembalikan minat investor. Sekaligus mengukur konsistensi profitabilitas perseroan sebelum dampak kebijakan komisi baru tercermin penuh pada kinerja.
"Momentum earnings kuartal II sangat penting bagi investor tentang konsistensi profitabilitas GOTO sebelum dampak komisi ojol 8% dirasakan. Di sisi lain, pasar berharap mendapat kejelasan tentang seberapa besar dampak kebijakan komisi yang baru terhadap kinerja GOTO," katanya.
Sebagai gambaran, pada kuartal I-2026 GOTO untuk pertama kalinya membukukan laba bersih sebesar Rp 171 miliar. Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih Rp 367 miliar yang dicatatkan GOTO pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














