kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Naik Tipis di Selasa (18/7) Pagi, Pelaku Pasar Menunggu Arah The Fed


Selasa, 18 Juli 2023 / 07:09 WIB
Harga Emas Naik Tipis di Selasa (18/7) Pagi, Pelaku Pasar Menunggu Arah The Fed
ILUSTRASI. Selasa (18/7) pukul 6.58 WIB, harga emas spot naik tipis 0,02% ke US$ 1.955,38 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik tipis pada Selasa pagi setelah kemarin melemah tipis. Selasa (18/7) pukul 6.58 WIB, harga emas spot naik tipis 0,02% ke US$ 1.955,38 per ons troi dari posisi kemarin US$ 1.955,04 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak Agustus 2023 di Commodity Exchange naik 0,13% ke US$ 1.959,10 per ons troi dari penutupan perdagangan kemarin US$ 1.956,40 per ons troi.

Trader emas masih ragu tentang apakah Federal Reserve akan segera memberi sinyal untuk mengakhiri jalur pengetatan moneter pada pekan depan. Dolar melayang mendekati level terendah lebih dari satu tahun, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Investor pada saat ini cukup enggan untuk sepenuhnya bullish pada emas meskipun data inflasi melandai," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities kepada Reuters.

Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini (18/7) di Pegadaian Kompak Turun

Emas membukukan kenaikan harga mingguan terbesar sejak April pada pekan lalu di tengah spekulasi bahwa Fed dapat menghentikan kenaikan suku bunga setelah Juli. Data AS mengisyaratkan tren disinflasi karena harga konsumen tumbuh pada laju paling lambat dalam lebih dari dua tahun.

Pedagang sebagian besar mengharapkan bank sentral untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan 25-26 Juli.

"Emas kemungkinan akan berada di bawah tekanan karena ekonomi AS terus menguat, terutama di bidang ketenagakerjaan. Dalam pandangan saya, sangat tidak mungkin Fed akan berkomitmen untuk condong ke arah sikap kebijakan yang lebih dovish," Melek ditambahkan.

Baca Juga: Harga Emas Berkilau, Kinerja Emiten Bersinar

Suku bunga yang lebih tinggi menumpulkan daya pikat emas. Emas tidak memberikan imbal hasil sehingga kurang menarik saat suku bunga tinggi.

Investor juga mencermati efek pertumbuhan ekonomi China yang lemah. China merupakan konsumen emas terbesar dunia sehingga ekonomi yang lemah berpotensi menurunkan permintaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×