kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Harga Emas Melanjutkan Koreksi Pada Perdagangan Kamis (14/11) Pagi


Kamis, 14 November 2024 / 07:47 WIB
Harga Emas Melanjutkan Koreksi Pada Perdagangan Kamis (14/11) Pagi
ILUSTRASI. Harga emas turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut karena dolar AS terus menguat.REUTERS/Alexander Manzyuk


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (14/11) pagi. Pukul 07.38 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2024 di Commodity Exchange ada di US$ 2.578 per ons troi, turun 0,33% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 2.586,50 per ons troi.

Harga emas turun dalam empat hari perdagangan berturut-turut karena dolar AS terus menguat.

Mengutip Bloomberg, sejak Donald Trump menang dalam pemilihan presiden AS, pasar telah bertaruh bahwa kebijakannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan laba perusahaan. 

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 5,25% dalam Sepekan, Investor Wait And See Kebijakan Trump

Hal ini memicu reli di pasar saham dan dolar AS, sehingga membebani emas.

Pada saat yang bersamaan, bauran kebijakan Trump juga dilihat sebagai inflasi yang dapat menyebabkan defisit lebih lebar. Sehingga para ekonom mengurangi ekspektasi jumlah pemangkasan suku bunga The Fed tahun depan.

Harga emas telah turun lebih dari 7% dari level tertinggi sepanjang masa yang diraih pda 31 Oktober lalu. Namun, sepanjang tahun ini harga emas masih naik lebih dari 25%, didukung siklus pelonggaran moneter The Fed, pembelian bank sentral dan meningkatnya risiko geopolitik yang mendongkrak permintaan aset safe haven.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×