CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.630   64,00   0,36%
  • IDX 6.491   -98,43   -1,49%
  • KOMPAS100 854   -12,54   -1,45%
  • LQ45 647   -9,36   -1,43%
  • ISSI 226   -4,13   -1,80%
  • IDX30 359   -5,35   -1,47%
  • IDXHIDIV20 447   -5,12   -1,13%
  • IDX80 97   -1,44   -1,46%
  • IDXV30 125   -1,42   -1,12%
  • IDXQ30 115   -1,71   -1,46%

Kalbe Farma (KLBF) Tinjau Kembali Capex Rp 1 Triliun, Modal Kerja Jadi Prioritas


Jumat, 11 September 2026 / 11:30 WIB
Kalbe Farma (KLBF) Tinjau Kembali Capex Rp 1 Triliun, Modal Kerja Jadi Prioritas
ILUSTRASI. Kalbe Farma (KLBF) Kembangkan Stem Cell dan Bioteknologi untuk Ketahanan Kesehatan Nasional (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meninjau kembali alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) 2026 sekitar Rp 1 triliun, seiring gejolak rantai pasok global dan kebutuhan menjaga modal kerja.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Kartika Setiabudy menjelaskan peninjauan capex dilakukan karena kondisi geopolitik global memicu gangguan rantai pasok, terutama untuk bahan baku dan material kemasan.

“Untuk tahun ini pada awalnya kami merencanakan alokasi sekitar Rp 1 triliun, tetapi memang kami melakukan beberapa review atas proyek-proyek yang sedang kami jalankan,” jelasnya dalam paparan publik, Jumat (11/9/2026). 

Kartika menjelaskan kondisi rantai pasok global membuat pengelolaan modal kerja menjadi prioritas KLBF. Meski demikian, KLBF tetap menyiapkan investasi untuk mendukung kebutuhan pertumbuhan bisnis.

 

“Jadi saat ini kami sedang review kembali dan kami ke depannya akan tetap mengalokasikan investasi untuk kebutuhan pertumbuhan baik itu di sektor pharma nutrisi maupun di bisnis kami yang lain,” tuturnya. 

Sebelumnya, KLBF menetapkan anggaran capex maksimal sekitar Rp 1 triliun untuk 2026. Alokasi tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi KLBF di sektor kesehatan dan mendukung pengembangan infrastruktur bisnis.

Adapun investasi tetap diarahkan untuk proyek-proyek yang menopang pertumbuhan jangka panjang, termasuk pengembangan produk farmasi, nutrisi, distribusi, serta manufaktur alat kesehatan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×