kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.140   43,00   0,24%
  • IDX 5.385   -54,29   -1,00%
  • KOMPAS100 697   -5,69   -0,81%
  • LQ45 542   -5,21   -0,95%
  • ISSI 184   -1,97   -1,06%
  • IDX30 303   -2,90   -0,95%
  • IDXHIDIV20 400   -3,62   -0,90%
  • IDX80 80   -0,57   -0,71%
  • IDXV30 111   -1,01   -0,90%
  • IDXQ30 101   -0,83   -0,82%

Harga Emas Dunia Berpotensi Pulih, Ini Level Kunci yang Dicermati


Senin, 26 Oktober 2026 / 12:17 WIB
Harga Emas Dunia Berpotensi Pulih, Ini Level Kunci yang Dicermati
ILUSTRASI. Harga emas berbalik menguat pada perdagangan awal pekan ini setelah anjlok ke level terendah sejak pertengahan Juli 2026 di akhir pekan lalu (CFOTO via Reuters Connect/CFOTO)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia berpeluang mengalami pemulihan pada perdagangan awal pekan ini setelah terkoreksi tajam dan menyentuh area support US$ 3.959-US$ 3.982 per ons troi pada akhir pekan kemarin.

Senin (26/10/2026) pukul 11.30 WIB, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.009,87 per ons troi, setelah sempat menyentuh level terendahnya sejak pertengahan Juli pada sesi sebelumnya.

Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 menguat 0,4% menjadi US$ 4.023,5 per ons troi.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit menjelaskan, area support tersebut menjadi zona penting untuk menentukan arah pergerakan harga emas atau XAUUSD dalam jangka pendek. 

Baca Juga: Rupiah Terus Tertekan ke Rp 18.117 Per Dolar AS pada Tengah Hari Ini (26/10)

Jika mampu bertahan di atas support tersebut, harga emas berpeluang membentuk swing low atau titik terendah lokal sebelum bergerak naik.

Dalam skenario tersebut, apabila momentum kenaikan berlanjut, harga emas spot berpeluang menuju resistance berikutnya di US$ 4.112 per ons troi.

"Kenaikan menuju level tersebut belum dapat diartikan sebagai perubahan tren bearish menjadi bullish. Diperlukan konfirmasi pergerakan yang lebih kuat untuk menilai apakah pemulihan dapat berkembang menjadi pembalikan tren," ujar Geraldo dalam risetnya, Senin (26/10/2026).

Sebaliknya, jika harga emas menembus area support US$ 3.959-US$ 3.982 secara valid, peluang pemulihan berisiko gagal. Kondisi tersebut dapat menandakan tekanan jual masih dominan dan membuka ruang pelemahan lanjutan.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas masih dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury, serta pergerakan dolar AS.

Pelemahan dolar AS berpotensi mendukung harga emas karena membuat logam mulia tersebut lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Sementara itu, penurunan imbal hasil US Treasury dapat mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Baca Juga: Akan Buyback Saham, Red Planet Indonesia (PSKT) Siapkan Rp 5 Miliar

Sebaliknya, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury berpotensi kembali menekan harga emas. Ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed juga dapat memicu volatilitas seiring perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×