Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (26/10/2026), setelah ditutup naik 0,95% ke level 5.439,26 pada Jumat (23/10/2026).
IHSG bertambah 51,35 poin dan bergerak pada rentang 5.366 hingga 5.455.
Penguatan tersebut terjadi di tengah respons positif pasar terhadap rencana reformasi pasar modal, termasuk kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat pada Senin (26/10), Cermati 5 Saham Ini
Meski demikian, ketidakpastian terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan tekanan pasar global masih membayangi pergerakan indeks.
Investor juga akan mencermati stabilitas rupiah, arus dana asing, serta tindak lanjut reformasi pasar modal oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengutip data Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar juga akan menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) dan konferensi pers Jerome Powell pada 29 Oktober 2026.
Konsensus yang tercantum dalam kalender ekonomi yang dipantau memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di level 4,00%.
Sentimen lain datang dari kenaikan harga minyak mentah Brent yang mencapai sekitar US$ 114 per barel akibat eskalasi geopolitik.
Kenaikan harga energi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global dan memengaruhi sentimen investor terhadap aset berisiko.
Dari dalam negeri, investor akan mencermati laporan keuangan emiten kuartal III-2026 untuk mengukur ketahanan kinerja perusahaan di tengah volatilitas pasar.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok 4,14% Sepekan, Simak Proyeksi Emas Antam Pekan Ini
Analisis teknikal IHSG
Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level psikologis 5.400. Namun, indeks masih berada di bawah moving average 20 hari (MA20) di sekitar 5.813, sehingga tren jangka pendek belum sepenuhnya pulih.
BRI Danareksa Sekuritas memetakan area resistance terdekat IHSG pada rentang 5.494–5.539. Jika indeks mampu menembus area tersebut, peluang penguatan lanjutan terbuka.
Sementara itu, support berada di kisaran 5.400–5.366. Apabila tekanan jual kembali meningkat dan area tersebut ditembus, IHSG berpotensi menguji support berikutnya di 5.244–5.116.
Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih berada di zona negatif, meskipun histogram mulai membaik.
Kondisi ini menunjukkan penguatan IHSG masih berpotensi berupa technical rebound dan belum mengonfirmasi pembalikan tren.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
Dow Jones Industrial Average turun 1,23% ke 52.215,16, S&P 500 terkoreksi 0,52% ke 7.623,68, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,21% ke 25.955,34.
Baca Juga: Akan Di-Buyback Rp 1 Triliun, Harga Saham Blue Chip Perbankan Ini Naik 18%
Rekomendasi saham hari ini
Di tengah peluang rebound IHSG, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi perdagangan untuk sejumlah saham, yakni PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Multi Media International Tbk (MMIX).
Saham HRUM direkomendasikan buy on weakness pada rentang Rp 700–Rp 730 selama area support Rp 700–Rp 640 mampu bertahan.
Target harga terdekat berada di Rp 775, dengan target berikutnya Rp 810. Investor disarankan membatasi risiko jika harga turun di bawah Rp 640.
Sementara itu, saham ANTM berpeluang melanjutkan rebound setelah memantul dari area support Rp 2.390–Rp 2.570 dan kembali ke level Rp 2.860.
Strategi yang disarankan adalah buy on weakness pada rentang Rp 2.800–Rp 2.860, dengan target Rp 3.000 dan Rp 3.150. Batas risiko ditetapkan jika harga turun di bawah Rp 2.750.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tertekan, Simak Proyeksi Emas Antam Akhir Oktober 2026
Untuk CUAN, saham ini ditutup di level Rp 510 atau menguat 2,82%. Saham tersebut tengah menguji area support Rp 460–Rp 525 setelah terkoreksi tajam dari kisaran Rp 950.
Strategi yang disarankan adalah buy on break jika harga menembus Rp 525, dengan target Rp 590 dan Rp 620. Batas risiko berada di bawah Rp 460.
Sebaliknya, saham MMIX mendapat rekomendasi sell atau dihindari sementara. Saham ini ditutup turun 6,35% ke Rp 590, disertai indikator MACD yang masih bearish dan momentum pelemahan yang menguat. Support berikutnya berada di Rp 575 dan Rp 460.
Investor tetap perlu memperhatikan pergerakan IHSG, perkembangan sentimen global, serta level teknikal masing-masing saham sebelum mengambil keputusan transaksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














