kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Harga Emas Diproyeksi Sideways di Kuartal III-2026, Cermati Strategi Buy on Weakness


Senin, 13 Juli 2026 / 17:29 WIB
Harga Emas Diproyeksi Sideways di Kuartal III-2026, Cermati Strategi Buy on Weakness
ILUSTRASI. Harga emas spot melemah 1,3% ke US$ 4.067,37 per ons troi. Peluang 'buy on weakness' muncul, cek proyeksinya (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga komoditas emas internasional di pasar spot masih berangsur melemah 1,30% ke level US$ 4.067,37 per ons troi pada perdagangan Senin (13/7/2026) pukul 17:12 WIB.

Tren penyusutan nilai komoditas safe haven ini kian mempertegas tekanan pasar setelah merosot hingga 5,58% dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Di tengah fluktuasi harga komoditas global yang tinggi ini, para pelaku pasar kini cenderung menahan diri untuk meracik ulang strategi investasinya.

Sinyal pelemahan tersebut turut menjadi momentum krusial bagi investor jangka panjang untuk mencermati titik masuk portofolio yang ideal.

Baca Juga: Ekspor Perdana Aluminium Buka Peluang Baru ADMR, Simak Prospek Sahamnya

Analis PT Finex Bisnis Solusi Future, Brahmantya Himawan, memproyeksikan harga emas pada kuartal ketiga tahun ini masih akan bergerak terbatas dalam kisaran US$ 3.600 hingga US$ 3.900 per ons troi.

"Selama pasar masih mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada semester II-2026, kenaikan emas kemungkinan akan terbatas," kata Brahmantya kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Oleh karena itu, ia menyarankan para pemodal untuk menerapkan strategi akumulasi secara bertahap atau buy on weakness guna menghadapi volatilitas.

"Untuk investor konservatif saya tetap lebih menyukai emas fisik, sedangkan bagi investor yang aktif, emas futures menarik karena volatilitasnya dapat dimanfaatkan untuk memperoleh peluang keuntungan jangka pendek," jelas Brahmantya.

Prospek pergerakan komoditas logam mulia ini dinilai masih akan bergerak sideways akibat ketidakpastian data inflasi Amerika Serikat (AS).

Situasi eksternal kian pelik karena pasar mulai memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga The Fed pada semester kedua akibat lonjakan harga energi dan risiko geopolitik global.

Baca Juga: Rapor Hijau Reksadana Saham Offshore Dolar AS Ditopang Siklus AI

Koreksi harga emas saat ini juga diperberat oleh ancaman Presiden Donald Trump yang ingin menghancurkan Iran dengan 1.000 rudal sehingga memicu kecemasan pasar atas konflik yang lebih luas.

"Ketegangan geopolitik memang mendukung permintaan safe haven, tetapi pada saat yang sama investor juga memburu dolar AS karena perannya sebagai petrodollar," pungkas Brahmantya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×