kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Eagle High Plantations (BWPT) Lunasi Sukuk Rp 38,29 Miliar


Senin, 13 Juli 2026 / 18:19 WIB
Eagle High Plantations (BWPT) Lunasi Sukuk Rp 38,29 Miliar
ILUSTRASI. Perkebunan PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) (Dok/BWPT)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) melunasi surat utang Rp 38,29 miliar.

Pada tanggal 13 Juli 2026, BWPT telah melakukan Pelunasan pokok dan bagi hasil ke-4 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap I Tahun 2025 Seri A sebesar Rp38.299.922.881 melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Direktur BWPT, Choong Kam Loong mengatakan, pelunasan tersebut dilakukan pada tanggal 13 Juli 2026 dikarenakan tanggal jatuh tempo 12 Juli 2026 merupakan hari libur.

Baca Juga: Serapan Dana IPO yang Tinggi Jadi Sentimen Positif bagi Investor

“Dengan dilakukan pelunasan/pembayaran Pokok dan Bagi Hasil ke-4 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap I Tahun 2025 Seri A, maka seluruh kewajiban Perseroan atas efek tersebut telah berakhir,” katanya dalam keterbukaan informasi tanggal 13 Juli 2026.

Melvina, Head Investor Relation BWPT mengatakan, perseroan telah melakukan pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A menggunakan kas internal Perseroan. 

Per 31 Maret 2026, posisi kas dan setara kas BPWT sebesar Rp297,1 miliar, sehingga memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban tersebut. 

“Perseroan berkomitmen menjaga arus kas yang stabil melalui peningkatan kinerja operasional, pengelolaan arus kas dan modal kerja secara disiplin, serta menerapkan strategi pengelolaan liabilitas secara prudent,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Melvina bilang, BWPT tak lagi mempunyai surat utang yang jatuh tempo pada semester II 2026.

Untuk rencana penerbitan surat utang pada sisa tahun 2026, BWPT pun secara aktif mencermati dinamika pasar obligasi dan sukuk korporasi, serta menyesuaikan dengan kebutuhan operasional perseroan. 

“Mengingat BWPT telah memperoleh persetujuan penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi dan Sukuk Mudharabah dengan target dana hingga Rp2,5 triliun, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan penerbitan tahap berikutnya apabila kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan mendukung,” katanya.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Selasa (14/7), Ini Kata Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×