kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Harga CPO Tertekan, Simak Prospek Kinerja Saham Emiten CPO pada Semester II


Kamis, 20 Juli 2023 / 16:00 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke dalam perahu bermesin di perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Jumat (20/1/2023). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) performanya menurun pada awal paruh tahun 2023. Di sepanjang semester I 2023, harga CPO telah anjlok 12% ke MYR 3.789 per ton. 

Meskipun harga CPO telah turun dari level tertingginya pada akhir 2022, posisi saat ini masih terhitung sangat tinggi dibandingkan puncak siklus CPO sebelum covid-19.

Melansir Trading Economics, Kamis (20/7) pukul 15.32 WIB, harga CPO tercatat kembali naik ke MYR 4.000 per ton. Artinya, secara mingguan naik 3,44% dan secara bulanan naik 10,63%.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, harga CPO di semester II diproyeksi akan mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan oleh adanya fenomena El Nino yang memicu kebakaran dan menurunkan output CPO secara global.

Baca Juga: Kinerja Emiten Ritel Diproyeksi Cerah, Simak Saham Rekomendasi Analis

"Apalagi, tahun ini diperkirakan dampak El Nino juga akan jauh lebih parah," ujarnya kepada Kontan, Kamis (20/7).

Satu-satunya sentimen negatif bagi harga CPO adalah masih lemahnya permintaan dari pasar global, terutama China. Hal itu bisa menurunkan tingkat produksi dari beberapa emiten. Namun, di sisi lain juga akan meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) dari CPO yang dijual. 

"Jika perusahaan mampu menahan penurunan produksi dan di saat yang sama memaksimalkan harga jual, maka bisa jadi sentimen positif ke emiten CPO," paparnya.

Fajar pun merekeomendasikan PT PP London Sumatera Indonesia (LSIP) yang valuasi dan fundamentalnya dinilai masih menarik untuk dicermati dengan target harga Rp 1.120 per saham

"Secara teknikal, harga saham LSIP juga sedang dalam fase uptrend, meskipun kini sedang konsolidasi," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×