Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menguat akibat harga energi semakin mahal yang mendorong penggunaan CPO sebagai bahan baku biodiesel.
Mengutip Bloomberg, Senin (16/3/2026) pukul 14.40 WIB, harga CPO untuk pengiriman Mei 2026 di Malaysian Derivatives Exchange berada di level MYR 4.678 per ton, naik 2,32% dari akhir pekan lalu. Dalam sebulan, harga CPO sudah naik sekitar 11,22%.
Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan kebijakan biodiesel Indonesia tetap menjadi penopang utama harga di pasar global.
Baca Juga: Harga CPO Naik 11% Sebulan, Analis Soroti Pengaruh Minyak Mentah dan Produksi
Menurut Wahyu saat ini implementasi mandatori B40 telah menyerap volume yang sangat signifikan, yakni sekitar 14,2 juta kiloliter per tahun.
"Rencana transisi menuju B50 yang sempat diperkirakan akan dimulai awal tahun ini, kini diproyeksikan baru akan terealisasi secara bertahap pada paruh kedua tahun 2026," kata Wahyu saat dihubungi Kontan pada Senin (16/3/2026).
Wahyu menilai penundaan atau penyesuaian jadwal B50 memberikan sedikit ruang napas bagi pasokan ekspor global sehingga harga tidak melonjak secara ekstrem.
Meski demikian, kebijakan ini tetap mengunci sebagian besar produksi domestik untuk kebutuhan energi yang secara otomatis membatasi ketersediaan CPO di pasar internasional dan menjaga agar harga tidak jatuh terlalu dalam.
Sejalan, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan kebijakan biodiesel Indonesia berpengaruh besar terhadap keseimbangan pasar CPO global.
Baca Juga: Momen Ramadan dan Arus Mudik 2026 Dongkrak Kinerja Jantra Grupo (KAQI)
"Saat ini, program B35–B40 menyerap sekitar 20%–25% dari total produksi CPO Indonesia sehingga mengurangi pasokan untuk ekspor," ujar Lukman.
Lukman menambahkan, jika campuran biodiesel meningkat hingga B50, porsi konsumsi domestik dapat naik hingga sekitar 35% produksi yang berpotensi memperketat pasokan global dan menopang harga CPO,
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













