kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Hanya Dua Investor Membeli KIK-EBA


Kamis, 12 Februari 2009 / 09:49 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meski menawarkan bunga 13%, produk anyar Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) tak mampu memikat investor. Sumber KONTAN mengungkapkan, pembeli produk bernama Danareksa SMF 1-KPR BTN itu hanya dua investor. Nilai pembelinya pun minim.

Kedua investor tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (BTN). BRI membeli Rp 3 miliar sedang Dapen BTN senilai Rp 8 miliar.

Karena yang laku hanya Rp 11 miliar, berarti masih tersisa Rp 89 miliar. Sebab, total nilai KIK-EBA kelas A yang ditawarkan bagi investor itu mencapai Rp 100 miliar. Sedangkan BTN mendapat jatah KIK-EBA kelas B senilai Rp 11 miliar atau 10% porsi total KIK-EBA sebesar Rp 111 miliar.

Karena kurang laku, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) akan memborong sisa KIK-EBA kelas A senilai Rp 89 miliar itu. Pasalnya, SMF telah sanggup menjadi pembeli siaga produk ini. Selanjutnya, hari ini (12/2), KIK EBA BTN akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Catatan saja, dua pembeli KIK-EBA itu sebenarnya merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam penerbitan KIK-EBA. Contohnya, Bank BRI adalah bank kustodian penerbitan KIK-EBA, sementara SMF adalah koordinator penerbitan KIK-EBA.

Pertanyaannya, bolehkan bank kustodian membeli KIK-EBA? "Kalau tidak Anda temukan larangan, artinya aturan pasar modal membolehkan," kata Joko Hendratto, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK, kemarin.

Sekretaris Perusahaan PT SMF Eko Ratrianto menjelaskan, "BRI bisa beli karena sebagai bank dia punya fungsi bermacam-macam." Eko tak mengungkapkan berapa persisnya jumlah pembelian KIK-EBA oleh SMF.

Namun, Eko membenarkan bahwa produk tersebut tak laris manis. "Ini produk baru. Investor lebih hati-hati dengan mempertimbangkan pasar modal kita juga," imbuhnya.

Eko juga masih optimistis akan ada penerbitan KIK-EBA tahap kedua. "Saya belum tahu jumlahnya, kemungkinan lebih besar," ujarnya. SMF pun masih tetap menjadi pembeli siaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×