kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.164   5,00   0,03%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Emiten Grup Erajaya: ERAA dan ERAL Raup Kinerja Solid, Cermati Prospeknya


Senin, 02 November 2026 / 04:59 WIB
Emiten Grup Erajaya: ERAA dan ERAL Raup Kinerja Solid, Cermati Prospeknya
ILUSTRASI. Gerai Erajaya Swasembada (ERAA) (KONTAN/Vatrischa Putri)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten dari grup Erajaya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mencatatkan kinerja solid pada periode Januari hingga September 2026.

Emiten di sektor ritel, ERAA mencatatkan penjualan Rp 63,97 triliun per akhir kuartal II-2026, meningkat 22,16% secara tahunan (yoy). Sementara laba bersih tumbuh lebih tinggi 38,5% yoy ke posisi Rp 1,08 triliun.

Anak usahanya, ERAL juga mencetak kenaikan penjualan 44,76% yoy menjadi Rp 6,21 triliun per kuartal III-2026. Laba bersih ERAL juga melesat 55,08% yoy menjadi Rp 193,84 miliar. 

Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raup Laba Rp 495,6 Miliar di Kuartal I-2026, Melonjak 133%

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan pertumbuhan laba bersih ERAA yang mencapai 38,5% atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan sebesar 22,17% menunjukkan adanya perbaikan profitabilitas.

Hal ini didukung oleh peningkatan margin laba kotor dari 11,2% menjadi 11,4%, serta perbaikan bauran produk atau product mix.

Penjualan produk ponsel dan tablet memang masih menjadi kontributor terbesar, tetapi segmen ini memiliki margin relatif lebih rendah. Sebaliknya, produk aksesoris, komputer, elektronik konsumen, serta active dan lifestyle memiliki margin yang lebih tinggi. 

Pertumbuhan penjualan komputer dan elektronik konsumen yang mencapai sekitar 79,9% serta lini active dan lifestyle turut mendukung peningkatan profitabilitas.

Baca Juga: Penjualan Gerai Erajaya (ERAA) Mulai Pulih, Terdorong Erablue, Xpeng & Produk Baru

"Dengan demikian, pertumbuhan laba ERAA tidak hanya ditopang oleh kenaikan volume penjualan, tetapi juga oleh kontribusi segmen dengan margin yang lebih baik dan efisiensi operasional," kata Alrich kepada Kontan, Jumat (30/11/2026).

Sementara itu, kinerja ERAL yang tumbuh kuat mencerminkan ekspansi bisnis dan diversifikasi portofolio produk yang semakin luas. ERAL tidak hanya mengandalkan satu kategori produk, tetapi juga mengembangkan bisnis di segmen gaya hidup aktif, perangkat elektronik, hingga mobilitas dan kendaraan listrik.

Hingga September 2026, penjualan ERAL tumbuh 44,76% menjadi Rp 6,21 triliun. Pertumbuhan laba bruto sebesar 46,5% menjadi Rp1,12 triliun bahkan lebih tinggi daripada pertumbuhan penjualan. Sementara itu, laba usaha meningkat 69,5% menjadi Rp 301,05 miliar.

Artinya, peningkatan kinerja ERAL tidak semata-mata berasal dari ekspansi penjualan, tetapi juga menunjukkan adanya perbaikan kontribusi laba dan skala operasional. 

"Ke depan, keberhasilan mengembangkan jenama dan kategori produk baru, memperluas jaringan distribusi, serta menjaga efisiensi akan menjadi faktor penting untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut," ucap Alrich.

Prospek ERAA dan ERAL

Alrich menilai prospek ERAA dan ERAL masih cukup positif seiring pertumbuhan kinerja dan diversifikasi bisnis.

Peluncuran iPhone 18 berpotensi menjadi katalis penjualan ERAA pada kuartal IV-2026, terutama dari momentum pergantian perangkat dan permintaan produk premium.

Namun, dampaknya terhadap laba perlu dicermati karena bisnis smartphone memiliki margin relatif tipis. Untuk 2027, pertumbuhan kedua emiten akan bergantung pada daya beli masyarakat, keberlanjutan siklus pembelian perangkat, serta kontribusi bisnis non-smartphone. ERAL juga berpeluang tumbuh melalui ekspansi kategori lifestyle dan mobilitas, selama ekspansi tersebut mampu menghasilkan profitabilitas yang berkelanjutan.

Secara fundamental, ERAA menarik karena memiliki skala bisnis lebih besar, jaringan distribusi kuat, dan pertumbuhan laba yang solid. Sementara ERAL menawarkan potensi pertumbuhan lebih agresif melalui diversifikasi bisnis, tetapi memiliki risiko eksekusi ekspansi yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Emiten Grup Merdeka Bersiap Memanen Laba

Dihubungi terpisah, Analis MNC Sekuritas Catherine Florencia menilai prospek kinerja ERAA masih solid. Optimisme tersebut ditopang oleh potensi pertumbuhan penjualan dari sejumlah jenama kelas menengah atas yang berada di bawah naungan perseroan.

Beberapa jenama yang diharapkan dapat menopang kinerja ERAA antara lain Oriental Kopi asal Malaysia, Gentlewoman, serta M Donut asal Jepang. Kehadiran jenama-jenama tersebut diharapkan dapat memperkuat portofolio bisnis sekaligus menjangkau segmen konsumen yang lebih luas.

Selain itu, peluncuran iPhone 18 juga diyakini menjadi katalis positif bagi kinerja ERAA.

"Momentum kinerja ERAA akan berlanjut pada kuartal IV-2026 dan kuartal I-2027  seiring dengan berlangsungnya musim perayaan atau festive season, termasuk Tahun Baru Imlek dan Idul Fitri," jelas Catherine.

Terkait rekomendasi saham, Catherine ini tengah mempertimbangkan ulang target harga saham ERAA.

Baca Juga: Strategi Erajaya (ERAA) Jaga Kinerja di Tengah Pelemahan Rupiah

Yang jelas, Kombinasi peluncuran produk baru dan peningkatan konsumsi selama periode perayaan berpotensi mendorong kinerja ERAA melampaui ekspektasi pada kuartal IV-2026 dan kuartal I-2027, meskipun daya beli masyarakat secara agregat masih menghadapi tekanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×