kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Diversifikasi dan Ekspansi Jadi Pendorong Kinerja Erajaya (ERAA) di Semester I-2026


Rabu, 29 Juli 2026 / 18:54 WIB
Diversifikasi dan Ekspansi Jadi Pendorong Kinerja Erajaya (ERAA) di Semester I-2026
ILUSTRASI. Gerai Erajaya Swasembada (ERAA) (KONTAN/Vatrischa Putri)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026, dengan pertumbuhan signifikan baik dari sisi penjualan maupun laba bersih. 

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, ERAA membukukan penjualan senilai Rp 42,90 triliun, naik 22,39% yoy dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 35,05 triliun.

Sejalan dengan itu, laba bersih ERAA di semester I 2026 mencapai Rp 784,02 miliar, tumbuh 37,96% dibandingkan Rp 568,30 miliar pada semester I-2025. 

Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group Amelia Allen mengatakan, kinerja positif perusahaan pada semester I-2026 didorong oleh konsistensi dalam menjalankan strategi diversifikasi bisnis serta ekspansi yang dilakukan secara terukur. 

Ketiga vertikal bisnis ERAA, yaitu Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, dan Erajaya Food & Nourishment, terus menunjukkan kinerja yang solid dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan maupun profitabilitas perusahaan.

Baca Juga: Kinerja IDX Value30 Ungguli IHSG Dalam Sebulan Terakhir, Ini Sebabnya

Selain itu, ERAA terus memperkuat portofolio produk dan layanan melalui kerja sama dengan berbagai mitra global, sekaligus memperluas jaringan ritel secara selektif untuk menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Pendekatan omnichannel yang terus dikembangkan juga memungkinkan perusahaan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih terintegrasi sesuai dengan perubahan perilaku konsumen.

Amelia juga memandang prospek bisnis ERAA pada semester II-2026 tetap didukung oleh fundamental bisnis yang kuat serta strategi diversifikasi terukur yang telah dijalankan di berbagai vertikal bisnis.

Di sisi lain, ERAA juga menyadari bahwa dinamika ekonomi global dan domestik masih menjadi faktor yang perlu dicermati. Termasuk fluktuasi nilai tukar, perubahan preferensi konsumen, serta tingkat persaingan di industri ritel.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, ERAA akan tetap menjalankan strategi bisnis yang fokus, selektif, dan terukur. Setiap investasi, baik untuk menghadirkan brand dan kategori produk baru, pembukaan gerai, maupun perluasan jaringan, akan melalui proses evaluasi yang cermat untuk memastikan efektivitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pasar 

"Perseroan juga akan terus berfokus pada optimalisasi produktivitas jaringan ritel yang telah ada, penguatan portofolio produk dan layanan, serta menjaga disiplin biaya dan efisiensi operasional," ucap Amelia.

Melalui strategi diversifikasi bisnis yang telah dijalankan serta pendekatan yang disiplin dalam mengeksekusi berbagai inisiatif, perusahaan akan terus berupaya menjaga kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Prospek ERAA

Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia memperkirakan, prospek ERAA pada semester II-2026 masih positif. Ia optimistis kinerja ERAA masih dapat mencapai target estimasi yang telah ditetapkan MNC Sekuritas. 

Meski demikian, Catherine mengantisipasi adanya normalisasi kinerja ERAA pada kuartal III-2026. Menurutnya, normalisasi tersebut sejalan dengan pola historis atau siklus kinerja perseroan.

Catherine juga melihat adanya potensi katalis dari peluncuran iPhone 18 yang diperkirakan berlangsung sekitar kuartal IV-2026. Momentum tersebut dapat menjadi pendorong permintaan pada segmen telepon seluler yang menjadi salah satu lini bisnis ERAA.

"ERAA exposure ke high segment itu tinggi, jadi kami tidak terlalu takut dengan potensi penurunan kinerja mereka dan kami masih optimistis. Karena, as usual, high segment itu jauh lebih resilien spending-nya di tengah kondisi ekonomi yang melambat," jelas Catherine.

Baca Juga: GoTo Gojek (GOTO) Bukukan Laba Bersih Rp 607,48 Miliar pada Semester I-2026

Meski begitu, Catherine menilai terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, terutama ancaman kenaikan biaya chip dan RAM. Ia melihat kenaikan biaya komponen tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap margin kotor atau gross profit margin (GPM) ERAA.

"Pemberatnya lebih ke pada ancaman higher chip cost dan RAM ya, karena kita lihat beberapa harga apple itu udah mulai naik bahkan bisa mencapai 50% lebih. Jadi kita antisipasi GPM bisa saja tertekan dari kenaikan harga chip," terang Catherine.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×