kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Emas Tertekan Kenaikan Harga Minyak, Pasar Menanti Data Inflasi AS


Rabu, 09 September 2026 / 05:39 WIB
Diperbarui Rabu, 09 September 2026 / 05:40 WIB
Emas Tertekan Kenaikan Harga Minyak, Pasar Menanti Data Inflasi AS
ILUSTRASI. Pemandangan batangan emas yang dilebur di fasilitas peleburan di Accra, Ghana (REUTERS/Francis Kokoroko)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (8/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi.

Pasar kini menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.385,09 per ons troi hingga pukul 14.22 EDT atau 18.22 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 1% dan ditutup di US$ 4.430,10 per ons troi.

"Emas masih bergerak dalam kisaran terbatas," kata Daniel Pavilonis, senior market strategist StoneX.

Kenaikan harga minyak menjadi salah satu penekan emas.

Baca Juga: Perdagangan ETF Emas Mulai Menggeliat, Investor Ritel Jadi Penggerak

Harga minyak mentah Brent mendekati US$100 per barel setelah serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi Arab Saudi, sementara Iran juga mengancam AS dengan "perang ekonomi".

Harga Brent sempat menyentuh US$99,46 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli. Lonjakan tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Pasar juga masih mencerna data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Kondisi tersebut membuat harga emas sempat anjlok hingga 2,4% pada Jumat (4/9). Pasalnya, pasar menilai ketahanan pasar tenaga kerja dapat memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 Jadi Rp 2.627.000 per Gram pada Hari Selasa (8/9)

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 60% pada pertemuan September, naik dari sekitar 50% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS yang dijadwalkan keluar Kamis dan indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) pada Jumat.

Data inflasi tersebut akan menjadi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Kenaikan suku bunga cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak naik 0,3% menjadi US$66,34 per ons troi. Platinum menguat 1,1% menjadi US$1.843,99, sedangkan palladium turun 2,5% menjadi US$1.354,15 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×