kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Niramas Utama Bakal IPO, Incar Dana Segar Rp 392 Miliar


Minggu, 14 Juni 2026 / 13:24 WIB
Niramas Utama Bakal IPO, Incar Dana Segar Rp 392 Miliar
ILUSTRASI. Inaco dari PT Niramas Utama (Dok/Niramas Utama)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon emiten di sektor produsen makanan dan minuman, PT Niramas Utama berencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO). 

Pada masa penawaran awal alias bookbuilding, calon emiten dengan kode JELI ini menetapkan harga di kisaran Rp 900 hingga RP 1.120 per saham. Dus, JELI berpotensi meraup dana segar paling banyak Rp 392 miliar. 

Niramas Utama akan menawarkan maksimal 350 juta saham biasa. Ini setara 25,93% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Dari sisi penggunaan dana IPO, JELI mengalokasikan sebanyak 51,04% untuk melakukan penyertaan modal kepada anak usaha, PT PT Niramas Pandaan Sejahtera dalam bentuk ekuitas. 

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Berpotensi Tekan Margin Kalbe Farma (KLBF), Simak Rekomendasinya

Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk belanja modal, termasuk pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi beserta peralatan pendukung lainnya. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly guna memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor yang terus berkembang.

Selanjutnya, sekitar 18,36% dana IPO akan dialokasikan untuk belanja modal perseroan, terutama untuk pengadaan dan pemasangan mesin produksi, peralatan, serta perlengkapan yang mendukung peningkatan kapasitas penyimpanan gudang dan efisiensi proses logistik.

Sementara itu, sekitar 10,63% dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok utang jangka pendek berupa fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri Tbk. Hingga 31 Maret 2026, total saldo pokok pinjaman tersebut tercatat sebesar Rp94 miliar. Setelah pelunasan sebagian utang, saldo kewajiban perseroan kepada Bank Mandiri diperkirakan berkurang menjadi Rp54 miliar.

Adapun sisa dana sekitar 19,97% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja. Penggunaannya mencakup pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, hingga aktivitas pemasaran yang bertujuan mendukung peningkatan kegiatan usaha dan pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.

Indikasi Jadwal IPO  

Masa penawaran awal: 15-22 Juni 2026

Tanggal efektif: 29 Juni 2026 

Masa penawaran umum perdana saham: 1-3 Juli 2026

Tanggal penjatahan: 3 Juli 2026 

Tanggal distribusi saham secara elektronik:6 Juli

Tanggal pencatatan efek pada Bursa Efek Indonesia: 7 Juli 2026

Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idA untuk Solusi Sinergi (WIFI), Prospek Stabil

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×