kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,80   9,76   1.04%
  • EMAS1.014.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ekonomi China masih bisa menyalak keras di tahun anjing


Sabtu, 17 Februari 2018 / 11:10 WIB
Ekonomi China masih bisa menyalak keras di tahun anjing


Reporter: Danielisa Putriadita, Harris Hadinata, Nisa Dwiresya Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di masa lalu, China dianggap hanya sebagai negara di dunia ketiga yang tertutup, sehingga mendapat julukan negeri tirai bambu. Tapi kini, China sudah menjadi kekuatan ekonomi global kedua terbesar dunia, setelah Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi negara ini juga terbilang dahsyat. Tahun lalu, ekonomi China di kuartal empat tumbuh 6,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, kenaikan ekonomi China sepanjang tahun lalu mencapai 6,9%, lebih tinggi dari proyeksi pemerintah, yakni 6,5%.

Perusahaan konglomerasi China juga terus mengembangkan sayap bisnisnya ke seluruh penjuru dunia. Anda tentu mendengar berita investasi Alibaba milik Jack Ma di Indonesia, di antaranya di Go-Jek. Di dunia perfilman, Wanda Group merangsek ke Hollywood.

Pasar modal China juga kian menarik bagi pemodal, termasuk asing. Mauldy Rauf Makmur, Director Chief Marketing Officer CIMB Principal Asset Management, mengatakan, salah satu reksadananya, yakni CIMB Principal Islamic Asia Pacific Equity Syariah, berinvestasi di China. "Ada sekitar 40% proporsi investasi pada perusahaan yang berbasis di China," kata dia, kemarin.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual menuturkan, pemerintah China masih terus berupaya mendongkrak kualitas hidup rakyatnya. "Konsumsi akan distimulus," kata dia, kemarin. Ini akan jadi salah satu faktor pendorong ekonomi China.

Pemerintah China juga tengah berusaha mengontrol risiko di pasar finansial dengan menetapkan strategi moneter proaktif.

Karena itu, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini dari 6,5% jadi 6,6%. UBS juga membuat proyeksi serupa. Meski, Deutche Bank pesimistis dengan proyeksi ekonomi China akan melemah di 6,3%.

Bagi Indonesia, China juga menjadi pasar besarJanuari lalu, ekspor nonmigas ke China mencapai US$ 1,92 miliar. Jika ekonomi China membaik, kita bisa kecipratan rezeki dari China.

Semoga saja, di tahun anjing tanah ini, berkah kerjasama Indonesia dengan China membesar. Gong Xi Fa Cai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×