kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Dow Jones Sentuh Rekor Tertinggi Rabu (5/8), Nasdaq Tertekan Aksi Jual SpaceX dan AMD


Kamis, 06 Agustus 2026 / 05:11 WIB
Dow Jones Sentuh Rekor Tertinggi Rabu (5/8), Nasdaq Tertekan Aksi Jual SpaceX dan AMD
ILUSTRASI. Bursa Amerika Serikat (Wall Street) (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (5/8/2026), didorong optimisme terhadap kemajuan perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sebaliknya, Nasdaq mencatat penurunan pertama dalam lima sesi terakhir setelah saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) terkoreksi usai merilis laporan keuangan.

Baca Juga: Harga Saham Blue Chip Ini Bangkit Saat Laporan Kinerja Bagus, Saatnya Beli / Jual?

Mengutip Reuters, Dow Jones naik 263,18 poin atau 0,49% ke 54.349,06. Sementara itu, S&P 500 turun 13 poin atau 0,17% ke 7.723,52, sedangkan Nasdaq Composite melemah 221,55 poin atau 0,83% ke 26.363,44.

Sentimen pasar didukung oleh kabar kemajuan perundingan perdamaian di Timur Tengah.

Seorang sumber senior Iran dan dua pejabat kawasan mengatakan kepada Reuters bahwa usulan kesepakatan antara Iran dan Oman akan memberikan Teheran kewenangan atas kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Kesepakatan tersebut dinilai menjadi salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada Iran.

Harapan tercapainya kesepakatan tersebut telah mendorong reli Wall Street sejak awal pekan. Pada Selasa (4/8), Dow Jones dan S&P 500 sama-sama mencetak rekor penutupan seiring turunnya harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Penurunan tersebut memicu harapan bahwa tekanan inflasi akan mereda sehingga peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS (The Fed) semakin mengecil.

"Pasar sudah melesat sangat cepat tanpa jeda. Kali ini investor tampaknya ingin melihat bukti nyata sebelum kembali mendorong kenaikan lebih lanjut," kata Chief Market Strategist Slatestone Wealth, Kenny Polcari.

Baca Juga: Asing Net Sell Saat IHSG Menguat ke 6.351, Cek Saham yang Banyak Dijual, Rabu (5/8)

SpaceX dan AMD Tertekan

Di sisi lain, saham SpaceX anjlok 13,6%. Meski perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu melaporkan pendapatan yang hampir dua kali lipat dan penyempitan rugi operasional pada laporan keuangan pertamanya sebagai perusahaan publik, investor mengkhawatirkan keberlanjutan belanja besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), termasuk pembangunan pusat data.

Tekanan terhadap saham SpaceX juga diperkirakan berlanjut dengan berakhirnya masa penguncian saham (lock-up period) pasca penawaran saham perdana (IPO) yang dimulai Kamis (6/8).

Sementara itu, saham AMD turun 7%. Prospek pendapatan kuartalan perusahaan memang melampaui ekspektasi berkat tingginya permintaan chip AI, tetapi investor masih menantikan bukti bahwa besarnya investasi AI dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba yang lebih cepat.

Sebaliknya, saham sektor kesehatan menjadi penopang Dow Jones. Saham Amgen melonjak 4,6% setelah penjualan kuartal II naik 9%, sementara Eli Lilly menguat 4,9% usai menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Indeks sektor kesehatan S&P 500 pun naik 1,3%.

Saham Disney juga menguat 3,6% setelah membukukan laba kuartal III yang melampaui ekspektasi analis.

Baca Juga: IHSG Menguat Dua Hari Berturut-turut, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing, Rabu (5/8)

Data Ekonomi dan Prospek The Fed

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS melambat pada Juli berdasarkan laporan ADP National Employment Report.

Data tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar menjelang rilis data tenaga kerja pemerintah AS pada Jumat (7/8).

Sementara itu, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks aktivitas sektor jasa naik tipis menjadi 54,1 pada Juli dari 54,0 pada Juni.

Meski berada di bawah perkiraan ekonom sebesar 54,5, angka tersebut masih menunjukkan ekspansi karena berada di atas level 50.

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Baru, S&P 500 dan Dow Jones Kembali Menguat

Di sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan kini saatnya bank sentral mulai menaikkan suku bunga secara bertahap.

Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September menurun. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga turun menjadi 54,9%, dibandingkan 58,3% sepekan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×