Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks saham utama Amerika Serikat kembali mencatatkan rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (5/8/2026), seiring meningkatnya harapan terhadap terobosan perdamaian di Timur Tengah yang mampu mengimbangi tekanan jual pada saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) setelah laporan kinerja dan proyeksi bisnis kedua perusahaan dinilai belum cukup meyakinkan investor.
Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average bergerak di level tertinggi sepanjang masa, melanjutkan reli Wall Street dalam beberapa sesi terakhir. Optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) turut menjadi pendorong utama kenaikan pasar, meski sejumlah saham teknologi besar menghadapi tekanan.
Saham SpaceX, perusahaan antariksa yang dipimpin Elon Musk, turun sekitar 12,5% pada awal perdagangan meskipun perusahaan mencatatkan kinerja positif dalam laporan keuangan perdana setelah melantai di bursa. Pendapatan SpaceX hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya, sementara kerugian operasional berhasil menyempit berkat pertumbuhan bisnis internet satelit Starlink dan unit kecerdasan buatan.
Baca Juga: Laba Chandra Asri (TPIA) Tembus US$ 283 Juta, Sucor Pasang Target di Rp 6.200
Namun, investor merespons negatif karena manajemen SpaceX memperingatkan bahwa belanja besar-besaran untuk mendukung ambisi ekspansi perusahaan masih akan berlanjut. Tekanan tambahan juga berpotensi muncul karena periode penguncian saham (lock-up period) pasca-IPO akan berakhir mulai Kamis, sehingga membuka peluang lebih banyak saham beredar di pasar.
Sementara itu, saham perusahaan Elon Musk lainnya, Tesla, ikut melemah sekitar 1,6%.
“Ini menjadi gambaran dari keseluruhan musim laporan keuangan kali ini. SpaceX memang melampaui ekspektasi pendapatan analis, tetapi pengeluaran untuk pengembangan AI semakin besar dan belum menunjukkan tanda-tanda akan melambat,” ujar Nic Puckrin, analis lintas aset sekaligus pendiri Coin Bureau.
Tekanan serupa dialami AMD. Perusahaan semikonduktor tersebut memperkirakan pendapatan kuartal berikutnya akan berada di atas perkiraan pasar, didorong oleh tingginya permintaan terhadap teknologi AI. Namun, saham AMD tetap turun 6,5%, karena investor berharap prospek yang lebih kuat untuk membenarkan kenaikan saham sebesar 142% sepanjang tahun ini.
Sebaliknya, saham pesaing AMD, Nvidia, naik 3,4%. Kenaikan tersebut turut didukung oleh rencana SpaceX yang akan menggunakan perangkat keras Nvidia secara eksklusif untuk membangun pusat data perusahaan.
Mayoritas saham perusahaan berkapitalisasi besar bergerak positif. Microsoft dan Alphabet masing-masing naik sekitar 1%. Dari 11 sektor utama S&P 500, tujuh sektor mencatat penguatan, dengan sektor kesehatan menjadi pemimpin kenaikan sebesar 1,9%. Sektor utilitas menjadi yang tertinggal dengan penurunan hampir 1%.
Pada pukul 20.34 WIB, Dow Jones Industrial Average naik 450,80 poin atau 0,83% menjadi 54.536,68 poin. Sementara itu, S&P 500 bertambah 46,98 poin atau 0,61% ke level 7.783,50 poin.
Indeks teknologi Nasdaq Composite juga menguat 109,43 poin atau 0,41% menjadi 26.694,42 poin, sekaligus mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Investor turut mencermati sejumlah laporan keuangan dari sektor lain. Produsen obat Eli Lilly melonjak 7,3% setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Saham Disney juga naik 2,9% setelah membukukan laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi pasar.
Baca Juga: Menakar Prospek Saham Konglomerat Usai Rilis Kinerja Semester I-2026
Perusahaan jaringan teknologi Arista Networks menguat 7,3% setelah memperkirakan pendapatan kuartal ketiga di atas perkiraan analis. Sebaliknya, saham Uber turun 5,5% setelah proyeksi laba kuartal berjalan berada di bawah ekspektasi.
Dari sisi ekonomi makro, laporan ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan jumlah pekerja melambat pada Juli berdasarkan laporan ADP National Employment Report. Perhatian investor kini beralih ke laporan resmi tenaga kerja non-pertanian (non-farm payrolls) yang akan dirilis Jumat.
Data ekonomi AS sejauh ini masih menunjukkan kinerja yang cukup kuat. Namun, ketegangan di Timur Tengah yang menjaga harga energi tetap tinggi serta ketidakpastian arah kebijakan moneter Federal Reserve membuat investor tetap berhati-hati.
Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, dalam wawancara dengan CNBC mengatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap. Setidaknya dua pejabat senior The Fed lainnya juga dijadwalkan memberikan pernyataan pada hari yang sama.
Di pasar saham, jumlah saham yang naik mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,26 banding 1 di Bursa New York (NYSE) dan 1,13 banding 1 di Nasdaq.
Indeks S&P 500 mencatat 22 saham mencapai level tertinggi dalam 52 minggu dan satu saham mencetak level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 52 saham mencapai rekor tertinggi baru dan 25 saham berada di level terendah baru.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Terkoreksi Kamis (6/8), Ini Proyeksi Pergerakannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
