Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dalam tren naik pada Agustus 2026 ini. Kenaikan harga saham berkarakteristik blue chip ini bersamaan dengan kinerja pengelola jaringan toko Alfamart yang meningkat. Di tengah tren positif tersebut, apakah sekarang saatnya jual atau beli saham AMRT?
Harga saham AMRT pada perdagangan Rabu 5 Agustus 2026 ditutup di level Rp 1.425 naik 100 poin atau 7,55% secara harian. Selama perdagangan lima hari terakhir, harga saham AMRT terakumulasi meningkat 120 poin atau 9,20%. Kenaikan tersebut menghentikan tren pelemahan harga saham AMRT yang terakumulasi turun 28,21% sejak awal tahun 2026.
Pengelola jaringan minimarket Alfamart, membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Kenaikan penjualan dan ekspansi gerai mendorong laba bersih perseroan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, AMRT mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,02 triliun, naik 7,5% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 1,88 triliun pada semester I-2025.
Sejalan dengan peningkatan laba, laba per saham (earnings per share/EPS) naik menjadi Rp 49,23 per saham, dari Rp 45,37 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Distribusi Voucher (DIVA) Mulai Alihkan Saham Buyback, Harga Saham Melejit
Pendapatan AMRT tumbuh 6,5%
Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih yang mencapai Rp 67,96 triliun, meningkat 6,49% yoydibandingkan Rp 63,81 triliun pada semester I-2025.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan turut meningkat menjadi Rp 52,80 triliun dari sebelumnya Rp 49,83 triliun.
Meski demikian, laba bruto tetap meningkat menjadi Rp 15,15 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp 13,99 triliun pada semester I-2025.
Berdasarkan segmen usaha, kontribusi pendapatan berasal dari:
| Segmen | Pendapatan Semester I-2026 |
|---|---|
| Makanan | Rp 48,58 triliun |
| Bukan makanan | Rp 19,37 triliun |
| Total pendapatan | Rp 67,96 triliun |
Tonton: 25 Negara Bagian AS Gugat Tarif Trump, Indonesia Kena Bea Masuk 10%
Analis nilai kinerja sesuai ekspektasi
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menilai pertumbuhan pendapatan maupun laba AMRT masih sejalan dengan target manajemen yang membidik pertumbuhan high single digit.
Menurutnya, kinerja tersebut didorong oleh beberapa faktor, antara lain:
- Ekspansi gerai yang agresif.
- Kontribusi aplikasi Alfagift yang meningkatkan nilai transaksi dan frekuensi kunjungan pelanggan.
- Peralihan konsumen dari supermarket ke minimarket (downtrading) di tengah tekanan daya beli.
Meski demikian, Abida menilai margin laba bersih masih relatif tipis, yakni sekitar 2,7%-2,8%, karena perusahaan masih menanggung biaya ekspansi distribution center.
Sementara itu, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai kinerja AMRT masih tergolong solid dan sesuai ekspektasi pasar.
Menurutnya, pertumbuhan pendapatan didukung oleh konsumsi rumah tangga yang relatif tetap terjaga, ekspansi jumlah gerai, serta pertumbuhan penjualan gerai yang sama (same-store sales growth/SSSG) yang masih positif.
Di sisi laba, AMRT dinilai mampu menjaga efisiensi operasional, memperbaiki bauran produk (product mix), dan memanfaatkan skala ekonomi sehingga tekanan biaya dapat dikelola.
Tonton: 8 Raksasa Minyak Pesta Cuan dari Perang Iran, Raup Rp1.600 Triliun dalam 3 Bulan
Prospek AMRT pada semester II-2026
Elandry memperkirakan prospek AMRT pada semester II-2026 masih positif, meski pertumbuhan diperkirakan lebih moderat dibandingkan semester pertama.
Sejumlah faktor yang diperkirakan menjadi pendorong kinerja antara lain:
- Ekspansi pembukaan gerai baru.
- Peningkatan jumlah pelanggan.
- Momentum konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru.
- Potensi membaiknya daya beli masyarakat.
Namun, perusahaan tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
- Persaingan harga yang semakin ketat di industri ritel modern.
- Potensi kenaikan biaya operasional, termasuk upah dan logistik.
- Tekanan terhadap daya beli apabila pemulihan ekonomi berjalan lebih lambat.
Meski demikian, Elandry menilai posisi kompetitif AMRT masih sangat kuat berkat jaringan gerai yang luas, sistem distribusi yang efisien, serta merek Alfamart yang memiliki tingkat pengenalan tinggi di berbagai daerah.
Rekomendasi saham AMRT
Abida tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham AMRT dengan target harga Rp 1.600 per saham.
Menurutnya, prospek perseroan masih ditopang oleh normalisasi daya beli masyarakat, kontribusi gerai baru yang mulai memasuki fase utilisasi optimal, serta momentum konsumsi pada periode Natal dan Tahun Baru yang secara historis mampu mendorong pertumbuhan penjualan lebih tinggi pada kuartal IV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
