Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli
Selisih kupon yang kecil terhadap SBN tidak selalu cukup untuk mengompensasi risiko kredit dan rendahnya likuiditas.
Syafruddin bilang, strategi yang lebih rasional saat ini ialah memilih tenor pendek sampai menengah, membangun portofolio secara bertahap, serta mengutamakan penerbit berkualitas tinggi.
Investor yang memperkirakan yield mendekati puncak dapat mulai mengunci kupon tinggi, sedangkan investor yang memperkirakan tekanan rupiah dan inflasi berlanjut perlu membatasi durasi.
“Instrumen ini tetap menarik bukan karena risikonya rendah, tetapi karena yield saat ini telah memberi kompensasi lebih besar daripada beberapa tahun sebelumnya,” kata Syafruddin.
Baca Juga: Spread Yield Obligasi Diproyeksi Makin Lebar, Ini Skenario Hingga Akhir 2026
Sementara itu, Suhidarto mencatat, spread obligasi korporasi tenor tiga tahun terhadap SBN secara umum menyempit pada Januari–Juli 2026. Berdasarkan posisi akhir bulan, spread AAA turun tipis dari 52 bps pada akhir Januari menjadi 51 bps pada 30 Juli.
Spread AA turun dari 73 bps menjadi 69 bps. Dengan demikian, premi yield obligasi berperingkat tinggi terhadap SBN relatif stabil, meskipun arahnya sedikit mendekat.
Penyempitan lebih besar terjadi pada kategori A dan BBB. Spread A turun dari 239 bps pada akhir Januari menjadi 182 bps pada akhir Juli, atau menyempit sekitar 56 bps.
Spread BBB turun dari 403 bps menjadi 368 bps, atau menyempit sekitar 35 bps. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa yield obligasi kategori A dan BBB semakin mendekati yield SBN dibandingkan dengan awal periode.
Namun, penyempitan spread tidak berlangsung secara konsisten setiap bulan. Spread AAA sempat turun menjadi 36 bps pada akhir Maret, kemudian kembali melebar menjadi 51 bps pada Juni dan Juli.
Spread A justru sempat meningkat menjadi 248 bps pada akhir Februari sebelum menyempit secara bertahap hingga Juli.
Baca Juga: Trimegah Luncurkan Trima+, Investor Kini Bisa Beli IPO Obligasi Secara Online
Sementara itu, penurunan spread BBB terlihat lebih jelas sejak Mei, dari 401 bps pada akhir April menjadi 389 bps pada Mei, 380 bps pada Juni, dan 368 bps pada Juli.
“Secara keseluruhan, obligasi korporasi tenor tiga tahun bergerak lebih dekat terhadap SBN, terutama pada peringkat A dan BBB. Spread AAA hampir tidak berubah apabila dibandingkan antara akhir Januari dan akhir Juli.
Karena itu, kompresi spread pasar selama periode tersebut terutama berasal dari obligasi dengan peringkat kredit yang lebih rendah, bukan dari kategori AAA,” pungkas Suhindarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
