kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Data Tenaga Kerja AS Naik, Rupiah Berpotensi Melemah di Awal Pekan


Minggu, 30 Januari 2022 / 18:45 WIB
ILUSTRASI. Kurs rupiah berpotensi melemah di awal pekan setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang positif akan mengangkat dolar AS.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpotensi berbalik melemah di awal pekan. Mengutip Bloomberg, Jumat (30/1), rupiah sempat menguat 0,10% ke Rp 14.378 per dollar AS. Kompak, kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,03% ke Rp 14.381 per dollar AS. 

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan, penguatan rupiah di akhir pekan dipengaruhi data realisasi investasi Indonesia di sepanjang 2021 yang mencapai Rp 901,02 triliun. Data tersebut melebihi 100,1% dari target pemerintah. 

Sedangkan, Lukman Leong Analis DC Futures mengatakan penguatan, rupiah di akhir pekan terjadi karena faktor teknikal.  Namun, rupiah berpotensi berbalik melemah di perdagangan Senin (31/1).

Baca Juga: Dolar AS Jadi Safe Haven Incaran, Rupiah Melemah 0,27% Dalam Sepekan

Sentimen negatif datang dari data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang naik 6,9% pada kuartal IV-2021. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 5,3%.

Fikri juga mengatakan, indeks dollar AS masih dalam tren naik setelah The Federal Reserve (The Fed) mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya. 

Fikri memproyeksikan rentang rupiah di awal pekan berada di Rp 14.280 per dollar AS-Rp 14.480 per dollar AS. Sedangkan, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 14.325 per dollar AS-Rp 14.450 per dollar AS. 

Baca Juga: Rupiah Berhasil Menguat Pada Jumat (28/1), Tapi Masih Melemah Dalam Sepekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×