kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Danantara dan BTN Optimistis, Penguatan IHSG Mencerminkan Keyakinan Pasar


Senin, 15 Juni 2026 / 21:26 WIB
Danantara dan BTN Optimistis, Penguatan IHSG Mencerminkan Keyakinan Pasar
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan Meroket (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali pekan pendek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. Senin (15/6), IHSG tutup di 6.254,97, naik 4,12% dibanding Jumat (12/6) . Melanjutkan penguatan sejak akhir pekan lalu.  

Danantara Indonesia menilai, penguatan IHSG menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional. Optimisme pasar tersebut mencerminkan keyakinan investor terhadap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta kinerja perusahaan nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan, kenaikan di pasar modal menjadi bukti, investor semakin melihat potensi jangka panjang Indonesia berdasarkan kondisi fundamental yang solid.

“Investor menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ujar Dony.

Menurutnya, pergerakan pasar dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh berbagai sentimen. Namun, investor pada akhirnya akan kembali menilai berdasarkan kekuatan ekonomi nasional dan kinerja masing-masing perusahaan.

“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” kata Dony.

Baca Juga: Cair Tiap 3 Bulan, Hari Ini (15/6) Cum Dividen Interim I Saham Blue Chip Perbankan

Perusahaan nasional khususnya BUMN masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan nilai perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Terkait aksi korporasi seperti pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan BUMN, Dony mengatakan hal tersebut merupakan mekanisme bisnis yang wajar apabila perusahaan melihat harga saham belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.

“Buyback itu proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. aripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” jelas Dony.

Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat seiring solidnya fundamental ekonomi nasional dan transformasi perusahaan-perusahaan BUMN.

Sejalan optimisme tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu menilai, kuatnya fundamental ekonomi juga perlu terus didukung oleh bergeraknya sektor riil. Termasuk industri perumahan yang memiliki multiplier effect besar terhadap perekonomian.

BTN tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan dengan terus mendorong permintaan masyarakat terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan.

“Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” ujar Nixon.

BTN tetap menjaga target pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi. BTN juga terus memperkuat strategi bisnis melalui ekspansi kredit yang sehat serta pengelolaan kualitas aset. “Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” tutur Nixon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×