Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. World Gold Council (WGC) mencatat, bank sentral dan institusi lainnya menambah cadangan emas bersih sebesar 289 ton pada kuartal II – 2026. Angka ini meningkat 62% secara tahunan alias year on year (yoy) seiring meningkatnya pembelian di berbagai negara.
Meskipun pembelian menguat pada kuartal II – 2026, Shaokai Fan, Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks di World Gold Council mengatakan bahwa permintaan sepanjang semester I – 2026 masih berada di bawah tingginya permintaan dalam beberapa tahun terakhir akibat melemahnya pembelian pada kuartal pertama.
“Survei Cadangan Emas Bank Sentral dari WGC menunjukkan bahwa 45% responden berencana meningkatkan cadangan emas mereka dalam 12 bulan ke depan, menegaskan bahwa emas tetap memegang peran penting dalam cadangan institusi resmi,” ujar Shaokai dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Permintaan Emas Global pada Semester I-2026 Meningkat 2% Capai 2.522 Ton
WGC mencatat pembelian emas oleh bank sentral pada kuartal II – 2026. Antara lain Bank Nasional Polandia (The National Bank of Poland) adalah pembeli terbesar, menambahkan 51 ton selama kuartal tersebut dan meningkatkan cadangan emasnya menjadi 632 ton pada akhir Juni.
Hal ini meningkatkan pembelian Polandia pada semester pertama menjadi 82 ton, memperkuat posisinya sebagai pembeli dominan sejauh ini pada tahun ini dan mendekatkannya ke target 700 ton.
Kemudian, The People’s Bank of China menambahkan 33 ton lagi pada kuartal kedua, penambahan triwulanan terbesar sejak kuartal keempat tahun 2023 (44 ton). Peningkatan 40 ton pada semester pertama menjadikan kepemilikan PBoC yang dilaporkan menjadi 2.346 ton. Meskipun penambahan bulanan Tiongkok tetap moderat dibandingkan dengan fase akumulasi sebelumnya, pembelian yang berkelanjutan menggarisbawahi sifat strategis dari program emasnya.
WGC juga mencatat bahwa Bank Sentral Uzbekistan menambah 16 ton, Bank Nasional Kazakhstan (membeli 15 ton), Bank Sentral Yordania (6 ton) dan Bank Nasional Ceko (6 ton) juga merupakan pembeli penting selama kuartal kedua. Sementara tambahan pembelian emas yang lebih kecil juga dilakukan Bank Ghana, Otoritas Moneter Singapura, Bank Sentral UEA, dan Bank Nasional Kirgistan.
Selain itu, WGC mencatat penjualan emas oleh bank sentral melambat drastis pada kuartal kedua. Bank Sentral Turki melaporkan penjualan kuartal kedua yang moderat sebesar 4 ton dan pengurangan swap yang beredar dari maksimum lebih dari 80 ton menjadi sekitar 60 ton pada akhir Juni. Bank Sentral Rusia adalah penjual terbesar pada kuartal kedua, mengurangi kepemilikan sebesar 22 ton. Lalu, penurunan yang dilaporkan Jerman sebesar 1 ton.
WGC melihat bank sentral tetap berada di jalur yang tepat untuk tahun yang kuat lainnya dalam pembelian emas. Argumen struktural untuk emas sebagai diversifikasi, kinerja krisis, dan perlindungan terhadap risiko geopolitik dan keuangan tetap mapan. Pemulihan pembelian emas pada kuartal kedua lebih konsisten dengan niat positif yang tercakup dalam survei Cadangan Emas Bank Sentral WGC.
Karena pemulihan kuartal kedua tidak sepenuhnya membalikkan kelemahan permintaan kuartal pertama yang direvisi, WGC memperkirakan permintaan emas secara tahunan pada 2026 akan berakhir di bawah total tahun 2025. Penjualan taktis yang terkait dengan kebutuhan likuiditas atau manajemen nilai tukar tetap dimungkinkan. Akan tetapi hal ini harus dilihat dalam konteks tren strategis yang berkelanjutan. Para pengelola cadangan terus melihat emas sebagai diversifikasi jangka panjang daripada perdagangan jangka pendek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
