kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Penguatan IHSG Disebut Cerminkan Fundamental RI, BTN: Sektor Ril Perlu Diperkuat


Minggu, 14 Juni 2026 / 12:51 WIB
Penguatan IHSG Disebut Cerminkan Fundamental RI, BTN: Sektor Ril Perlu Diperkuat
ILUSTRASI. BTN Gandeng Pinhome Hadirkan KPR Digital (KONTAN/Selvi Mayasari)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Danantara Indonesia melihat penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir sebagai cerminan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, apresiasi investor terhadap pasar modal Indonesia menunjukkan keyakinan terhadap prospek ekonomi nasional maupun kinerja perusahaan-perusahaan domestik.

"Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga: Risiko Investasi Indonesia Meningkat, Investor Diminta Lebih Selektif

Saat ini, menurut Dony, meskipun pasar kerap dipengaruhi berbagai sentimen jangka pendek, investor pada akhirnya akan kembali melihat kekuatan fundamental ekonomi dan kinerja korporasi.

Ia menilai perusahaan-perusahaan nasional, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis seperti perbankan, pertambangan, dan infrastruktur. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan investor ke depan.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu bilang optimisme terhadap fundamental ekonomi perlu diterjemahkan ke dalam aktivitas sektor riil yang lebih kuat, salah satunya melalui industri perumahan.

Dalam hal itu, Nixon menyebut sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian karena melibatkan banyak sektor pendukung, mulai dari bahan bangunan hingga tenaga kerja.

"Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah," ujarnya.

BTN, lanjut Nixon, tetap menjaga optimisme pertumbuhan bisnis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pihaknya terus memperkuat strategi melalui ekspansi kredit yang sehat serta menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan.

"Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah," kata Nixon.

Nixon menilai pergerakan positif pasar keuangan merupakan sinyal yang baik bagi perekonomian. Namun, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional tetap membutuhkan dukungan dari sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan permintaan, investasi, dan lapangan kerja.

Dengan demikian, penguatan pasar modal tidak hanya menjadi cerminan kepercayaan investor terhadap fundamental Indonesia, tetapi juga perlu dibarengi dengan penguatan aktivitas ekonomi riil agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga: Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Selama Sepekan Saat iHSG Melonjak 7,38% ke 6.007

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×