Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah derasnya arus dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) justru menjadi salah satu saham yang masih diburu investor global. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan, apakah saham TUGU masih layak dikoleksi atau justru sudah waktunya merealisasikan keuntungan?
Pada penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026), saham TUGU ditutup menguat 0,84% ke level Rp 1.200 per saham. Secara tahun berjalan (year to date/ytd), saham ini masih mencatat kenaikan sekitar 3%, di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik.
Minat investor asing terhadap saham TUGU juga terbilang kuat. Sepanjang tahun berjalan, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 21 miliar pada saham emiten asuransi ini. Padahal, pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi hampir 29% secara tahunan akibat dana asing yang keluar dari saham-saham blue chip.
Analis melihat pergerakan saham TUGU masih memiliki ruang penguatan. Fundamental yang solid, valuasi yang relatif murah, serta posisi perusahaan sebagai pemain utama di sektor asuransi energi dan marine menjadi sejumlah katalis positif yang menopang prospek emiten ini.
Baca Juga: Rebalancing MSCI Agustus 2026, CPIN dan GOTO Terancam Keluar dari Indeks
Analis Semesta Sekuritas Nicholas Dharmawan menilai TUGU berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam bisnis asuransi energi dan marine. Di sisi lain, perusahaan juga terus melakukan diversifikasi portofolio ke berbagai lini asuransi komersial.
Menurutnya, strategi tersebut membuat sumber pendapatan TUGU menjadi lebih beragam sehingga mampu menopang pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.
"Valuasi terlampau murah jika melihat fundamental yang terus membaik, posisi permodalan yang kuat, serta tren peningkatan kinerja underwriting," ujar Nicholas, Kamis (30/7/2026).
Dari sisi valuasi, Nicholas menilai saham TUGU masih menarik. Berdasarkan estimasi kinerja 2025, saham TUGU diperdagangkan dengan price to book value (PBV) sekitar 0,4 kali. Angka tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan emiten asuransi umum lainnya, baik di Indonesia maupun kawasan regional.
Tonton: Asing Jual Saham Rp80,97 Triliun, OJK Ungkap Penyebabnya
Tak hanya itu, rekam jejak pemeringkatan internasional yang dimiliki TUGU juga menjadi salah satu faktor yang menopang kepercayaan investor. Sejak 2016, TUGU secara konsisten mempertahankan Financial Strength Rating (FSR) A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (ICR) "a-" (Excellent). Pada penegasan peringkat terakhir, TUGU juga kembali meraih Indonesia National Scale Rating (NSR) aaa.ID (Exceptional) dengan prospek stabil.
Nicholas menilai konsistensi tersebut mencerminkan kekuatan permodalan, manajemen risiko, serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada para pemegang polis.
Di sisi operasional, TUGU juga mampu menjaga profitabilitas underwriting di tengah penguatan portofolio bisnisnya. Kondisi tersebut dinilai dapat menopang pertumbuhan laba yang lebih berkelanjutan pada periode mendatang.
Atas dasar itu, Semesta Sekuritas merekomendasikan beli (buy) saham TUGU dengan target harga Rp 1.725 per saham. Artinya, masih terdapat potensi kenaikan (upside) sekitar 43,75% dibandingkan harga penutupan perdagangan Kamis (30/7/2026).
Sejumlah sekuritas lainnya juga masih optimistis terhadap prospek saham TUGU. Phintraco Sekuritas memasang target harga Rp 1.740 per saham, sementara KISI Sekuritas menetapkan target Rp 1.800 per saham. Adapun Sinarmas Sekuritas memberikan target harga Rp 1.700 per saham.
Dari sisi kinerja, TUGU mengawali tahun 2026 dengan capaian yang positif. Pada kuartal I-2026, perusahaan membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp 2,6 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, hasil jasa asuransi meningkat 2,18% menjadi Rp 461 miliar.
Dengan fundamental yang terus membaik, valuasi yang masih relatif murah, serta dukungan rekomendasi positif dari sejumlah analis, saham TUGU dinilai masih memiliki prospek menarik untuk jangka menengah hingga panjang. Kendati demikian, investor tetap perlu mencermati dinamika pasar saham dan strategi manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














