Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Danantara Indonesia percaya diri menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
IHSG ditutup di 6.007,65 atau menguat 2,07% secara harian pada akhir perdagangan Jumat (12/6/2026). Dalam sepekan, posisi IHSG ini menunjukkan penguatan 7,38%.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, penguatan pasar saham menunjukkan investor semakin menaruh keyakinan pada fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan-perusahaan dalam negeri.
Baca Juga: Penguatan IHSG Disebut Cerminkan Fundamental RI, BTN: Sektor Ril Perlu Diperkuat
"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Pergerakan pasar dalam jangka pendek menurutnya memang kerap dipengaruhi berbagai sentimen. Namun dalam jangka panjang, investor akan kembali mempertimbangkan faktor fundamental baik dari sisi korporasi maupun kondisi ekonomi suatu negara.
"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara," katanya.
Dony menilai sejumlah perusahaan BUMN masih memiliki fundamental yang kuat, terutama di sektor perbankan, pertambangan, dan infrastruktur. Kondisi tersebut menjadi modal untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus meningkatkan nilai perusahaan.
Ia juga menyinggung aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback yang dilakukan sejumlah emiten BUMN. Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan bisnis yang wajar apabila harga saham dinilai belum merefleksikan nilai fundamental perusahaan.
"Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," ujarnya.
Dony optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan terus meningkat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional serta transformasi yang dijalankan perusahaan-perusahaan BUMN.
Baca Juga: BNBR Raup Laba Rp 503 Miliar, Bisnis Jalan Tol hingga Bus Listrik Jadi Andalan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













