kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

BEI Siapkan ETF Emas Berbasis Fisik, Pegadaian Berpeluang Jadi Mitra Penyimpan


Senin, 16 Juni 2025 / 22:02 WIB
BEI Siapkan ETF Emas Berbasis Fisik, Pegadaian Berpeluang Jadi Mitra Penyimpan
ILUSTRASI. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik mengungkapkan, ETF emas ini akan menggunakan skema penyimpanan emas melalui penyelenggara kegiatan usaha bulion


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) emas berbasis fisik mulai kuartal IV-2025.

Dalam skema ini, emas fisik akan menjadi underlying asset, sejalan dengan prinsip syariah yang ingin diakomodasi.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, ETF emas ini akan menggunakan skema penyimpanan emas melalui penyelenggara kegiatan usaha bulion.

Baca Juga: Pegadaian Siap Jadi Pemasok dan Penyimpan Emas untuk Produk ETF Emas

Salah satu kandidat kuat penyedia dan penyimpan emas fisik tersebut adalah PT Pegadaian.

“Sepertinya KSEI sudah intens berdiskusi dengan Pegadaian,” ujar Jeffrey kepada Kontan.co.id, Senin (16/6).

Dalam proyek ini, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan berperan sebagai lembaga penyimpanan administrasi ETF, seperti halnya pada produk ETF lainnya.

Namun, untuk aspek pengelolaan dan penyimpanan emas fisik, KSEI akan bekerja sama dengan pelaku usaha bulion.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari KSEI maupun Pegadaian terkait keterlibatannya dalam skema penyimpanan tersebut.

Baca Juga: BEI Targetkan ETF Emas Meluncur Kuartal IV-2025, Tunggu Aturan OJK

Sebagai informasi, ETF emas secara global umumnya terbagi menjadi dua jenis: ETF berbasis emas fisik dan ETF berbasis kontrak derivatif.

BEI memilih opsi emas fisik karena dinilai lebih stabil dan sesuai dengan kebutuhan investor domestik, khususnya yang menginginkan produk berbasis syariah.

Analis Investasi Capital Asset Management, Martin Aditya, menilai langkah ini sebagai keputusan tepat.

“Dari sisi risiko, ETF berbasis emas fisik lebih aman, karena seperti membeli emas secara langsung. Sementara kontrak derivatif memiliki volatilitas tinggi, apalagi jika menggunakan leverage besar,” jelas Martin.

Meski begitu, Martin mengingatkan bahwa imbal hasil dari ETF berbasis fisik juga cenderung mengikuti pergerakan harga emas secara konservatif.

Baca Juga: Bos Dapen BCA Ungkap Kelebihan dan Risiko Investasi di ETF Emas

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan izin kegiatan usaha bulion kepada dua entitas, yakni PT Pegadaian pada Desember 2024 dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pada Februari 2025.

Kedua entitas ini berpotensi memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem ETF emas syariah ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×