kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Batas Bawah Harga Saham Rp 50 Dihapus, Saham Recehan Jadi Primadona


Senin, 28 September 2026 / 19:06 WIB
Batas Bawah Harga Saham Rp 50 Dihapus, Saham Recehan Jadi Primadona
ILUSTRASI. Saham-saham receh di bawah Rp 50 per saham kembali menjadi primadona setelah BEI memberlakukan batas bawah harga saham jadi Rp 1. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham receh di bawah Rp 50 per saham kembali menjadi primadona. Bahkan di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham-saham receh ini berhasil unjuk gigi. 

Sebagai perdagangan Senin (28/8), IHSG turun 1,51% ke level 6.147,86. Di sisi lain, saham receh berhasil melesat double digit hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). 

PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) menjadi saham dengan kenaikan paling tinggi di sepanjang perdagangan. Emiten pelayaran ini berhasil melesat 34,62% atau naik 9 poin ke level Rp 35 per saham. 

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,51% pada Senin (28/9), Waspadai Kelanjutan Koreksi pada Selasa (29/9)

Menyusul saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) yang naik 34,38% ke posisi Rp 43. Lalu ada saham PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), PT Pan Brothers Tbk (PBRX), PT PP Properti Tbk (PPRO) yang masing-masing naik 33,33%.   

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menambahkan dibongkarnya batas bawah harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 memang membuat saham-saham berharga rendah menjadi lebih fleksibel untuk diperdagangkan. 

“Namun harga nominal yang murah tidak otomatis berarti valuasi murah. Jadi saham recehan tetap bisa dilirik, tetapi tetap perlu melihat fundamental, valuasi dan likuiditas sahamnya,” jelasnya kepada Kontan, Senin (28/9/2026). 

Elandry bilang investor dapat mencermati pertumbuhan pendapatan dan laba, arus kas, posisi utang, prospek bisnis, aksi korporasi serta valuasi secara bersamaan. Lalu, melakukan konfirmasi dengan mencermati volume transaksi dan keberlanjutan akumulasi. 

“Kalau harga naik sangat cepat tetapi tidak diikuti perubahan fundamental atau likuiditas yang memadai, biasanya lebih tepat dipandang sebagai momentum trading dengan volatilitas yang lebih tinggi,” ucapnya. 

Baca Juga: SBR015 Resmi Ditawarkan, Pemerintah Bidik Penjualan hingga Rp20 Triliun

Namun Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto memperkirakan kenaikan saham-saham tersebut bersifat sementara saja, sampai nanti ada indikasi pelemahan dari volume perdagangan yang menyusut. 

Menurutnya dengan batas bawah gocap yang dihapus akan membuat saham-saham recehan lebih diminati investor. Pasalnya, dengan modal yang lebih kecil investor dapat menikmati imbal hasil yang lebih tinggi. 

Memang pada perdagangan perdana di Senin (28/9/2026), sejumlah saham yang terkunci di level Rp 50 menghadapi tekanan jual yang besar. Ambil contoh saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang turun 14% ke level Rp 43. 

Saham emiten Hary Tanoesoedibjo, yakni PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) hingga emiten milik Grup Lippo, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) juga masing-masing ambles 14% ke level Rp 43 per saham.  

“Pasar masih adaptasi, nanti akan ada waktunya saham-saham di bawah level gocap lebih diminati karena imbal hasil yang lebih besar bisa diraih dalam waktu yang lebih singkat,” jelasnya. 

William bilang saham-saham di bawah gocap memang secara presentase lebih menarik. Namun mayoritas saham-saham recehan yang di bawah Rp 50 per saham tidak dinilai dari fundamentalnya. 

Baca Juga: Simulasi Kupon SBR015 Tenor Dua & Empat Tahun, Floating Tapi Aman dari Penurunan

Menurutnya, tekanan saham GOTO memang karena pesimisme dari penawaran yang setiap hari jutaan lot. Di mana, pelaku pasar masih akan memberikan tekanan jualan pada saham GOTO dan masih bisa memberikan dampak negatif ke IHSG.

Namun Elandry menyebut GOTO hingga LPKR yang justru turun setelah tidak lagi tertahan di level gocap belum bisa langsung diartikan fundamentalnya memburuk. Misalnya, GOTO yang secara fundamental sudah mencetak laba bersih. 

“Aturan baru memberikan ruang bagi harga untuk bergerak di bawah Rp 50 ketika tekanan jual lebih besar sehingga penurunan tersebut juga bisa menjadi bagian dari proses price discovery,” ucap dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×