Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membidik penjualan hingga Rp 20 triliun melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Savings Bond Ritel (SBR) 015. Masa penawaran instrumen investasi tersebut dimulai Senin (28/9/2026) dan berlangsung hingga 22 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, target penjualan SBR015 tersebut mencerminkan optimisme pemerintah terhadap minat masyarakat terhadap instrumen SBN Ritel.
"Target tersebut kami pandang realistis dengan mempertimbangkan tren positif minat masyarakat terhadap SBN Ritel sepanjang tahun ini serta potensi reinvestment dari investor SBN Ritel ORI024T3 yang akan jatuh tempo pada masa penawaran SBR015," kata Suminto kepada Kontan, Senin (28/9/2026).
Menurut Suminto, pemerintah optimistis SBR015 dapat terserap secara optimal oleh investor domestik. Tren positif penerbitan SBN Ritel sebelumnya menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen investasi tersebut masih kuat.
Baca Juga: IHSG Ambles 1,51%, Aturan Baru Saham Rp 1 Bikin Investor Waspada
Selain mendorong penyerapan pembiayaan melalui pasar domestik, penerbitan SBN Ritel juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas basis investor dalam negeri.
Kupon SBR015 mulai 6,75%
SBR015 diterbitkan dalam dua pilihan tenor, yakni SBR015T2 dengan jangka waktu dua tahun dan SBR015T4 dengan tenor empat tahun.
Untuk SBR015T2, pemerintah menetapkan kupon awal sebesar 6,75% per tahun. Sementara itu, SBR015T4 menawarkan kupon awal sebesar 6,85% per tahun.
Kedua seri tersebut menggunakan skema kupon mengambang dengan batas minimal atau floating with floor. Tingkat kupon akan disesuaikan setiap tiga bulan dengan mengacu pada pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).
Dengan mekanisme tersebut, kupon SBR015 dapat meningkat apabila BI Rate mengalami kenaikan. Namun, tingkat kupon tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan pemerintah.
Pembayaran kupon dilakukan setiap bulan dan akan ditransfer langsung ke rekening investor pada tanggal 10. Pembayaran kupon pertama SBR015 dijadwalkan pada 10 Desember 2026.
"Kombinasi keamanan, imbal hasil yang menarik, fleksibilitas kupon, serta kemudahan pembelian secara online menjadi beberapa daya tarik SBR015 bagi masyarakat," ujar Suminto.
Baca Juga: Simulasi Kupon SBR015 Tenor Dua & Empat Tahun, Floating Tapi Aman dari Penurunan
Investasi SBR015 mulai Rp1 juta
SBR015 ditawarkan dengan nilai nominal Rp 1 juta per unit. Instrumen ini diterbitkan tanpa warkat (scripless) dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder (non tradable).
Meski tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, pemerintah menyediakan fasilitas pelunasan sebelum jatuh tempo atau early redemption. Investor dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan batas maksimal 50% dari total nilai pemesanan.
Berdasarkan ketentuan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemesanan SBR015T2 dibatasi maksimal Rp 5 miliar untuk setiap investor.
Fasilitas early redemption untuk SBR015T2 dapat dilakukan pada 27 Oktober hingga 4 November 2027.
Sementara itu, batas maksimal pemesanan SBR015T4 mencapai Rp 10 miliar per investor. Adapun periode early redemption untuk seri tersebut berlangsung pada 30 Oktober hingga 6 November 2028.
Dengan masa penawaran hingga 22 Oktober 2026, masyarakat memiliki kesempatan untuk membeli SBR015 sesuai dengan kebutuhan investasi dan profil risiko masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














