kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

April, kinerja reksadana saham tekor


Selasa, 03 Mei 2016 / 19:09 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Sepanjang April 2016, reksadana saham mendulang imbal hasil (return) paling rendah. Mengacu data Infovesta Utama, pada awal triwulan kedua tahun 2016, rata-rata return reksadana saham minus 0,41% (mom).

Sementara jenis reksadana saham lainnya masih menorehkan kinerja positif. Semisal rata-rata return reksadana campuran yang tumbuh 0,59%, reksadana pendapatan tetap yang menanjak 1,3%, serta reksadana pasar uang yang terangkat 0,36% periode sama.

Adapun secara year to date per April 2016, rata-rata return reksadana saham mencapai 4,97%. Lalu reksadana campuran 5,75%, reksadana pendapatan tetap 6,48%, serta reksadana pasar uang 1,81%.

Siswa Rizali, President Director PT Asanusa Asset Management berujar, wajar apabila rata-rata return reksadana saham tercatat negatif pada April 2016. Sebab, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi 0,14% periode sama.

Mayoritas tekanan bersumber dari saham-saham berkapitalisasi besar. "Terlihat dari MSCI Large Cap yang minus 2,45%. Sedangkan MSCI Small Cap naik 1,54%," jelasnya.

Secara sektoral, Siswa menuturkan, performa saham sektor perbankan dan cylical paling terpukul. Semisal BBNI, BBRI, BMRI, BBCA, dan ASII. Sebaliknya, sektor konsumer dasar seperti GGRM, HMSP dan TLKM melambung.

Head of Operation and Business Development Panin Asset Management Rudiyanto sepakat, penurunan kinerja IHSG turut berdampak negatif pada performa reksadana saham. Faktor pendorongnya, hasil laporan keuangan emiten yang kurang sesuai dengan ekspektasi. "Sehingga meskipun IHSG sempat naik, akhir bulan terkoreksi. Eksternal malah minim sentimen," terangnya.

Beruntung, kinerja reksadana campuran masih menghijau. Rudiyanto berpendapat, imbal hasil reksadana "gado-gado" ini terbantu oleh pasar obligasi domestik yang bullish.
Mengutip data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), indeks komposit obligasi domestik yakni Indonesia Composite Bond Index tumbuh 1,99% sepanjang April 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×