kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.851   28,00   0,16%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Yield SUN bergerak anomali terhadap CDS, ini alasannya


Selasa, 17 Desember 2019 / 22:44 WIB
ILUSTRASI. Yield SUN bergerak anomali terhadap CDS. KONTAN/Baihaki/10/9/2013


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

Adapun sentimen yang bakal mendorong SUN turun di tahun depan yakni daya tawar Indonesia dalam menjaga dampak sentimen negatif terhadap aktivitas ekspor akan menjadi kunci.

Baca Juga: Kemenkeu pastikan penerbitan Diaspora Bond tahun 2020

Investasi portofolio, juga akan terjaga lewat stabilitas rupiah, terdorongnya investasi langsung (riil atau FDI), omnibus law sptnya akan menjadi harapan. Sementara itu, dari sisi pemerintah, upaya untuk mendorong komunikasi, sosialisasi dan kesadaran membayar pajak akan lebih baik ke depan.

Senior Vice President Recapital Asset Management Rio Ariansyah pergerakan anomali yield SUN terhadap CDS, kemungkinan besar dikarenakan pengaruh data neraca perdagangan. Padahal, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak memberikan dampak signifikan.

Kemarin (16/12) Bank Indonesia (BI) merilis defisit neraca perdagangan November 2019 yang melebar menjadi US$ 1,33 miliar dollar AS. Pelebaran tersebut dikarenakan tingginya impor barang konsumsi menjelang akhir tahun dan kebutuhan impor untuk menunjang kegiatan produktif.

"Dengan asumsi CDS yang dipegang saat ini, idealnya yield SUN 10 tahun bisa di bawah antara level 6,75% hingga 7%," jelas Rio kepada Kontan.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×