kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin (13/7)


Minggu, 12 Juli 2026 / 15:14 WIB
Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin (13/7)
ILUSTRASI. IHSG parkir di zona hijau yaitu menguat 11,91 poin atau 0,20% ke 5.924,36 pada akhir perdagangan Jumat (7/10/2026).  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak volatil pada perdagangan pekan depan.

IHSG parkir di zona hijau yaitu menguat 11,91 poin atau 0,20% ke 5.924,36 pada akhir perdagangan Jumat (7/10/2026). Dalam sepekan, IHSG tercatat naik 0,83%.

Praktisi pasar modal sekaligus Founder WH-Project William Hartanto mengatakan, IHSG di akhir pekan lalu kembali berada dalam pergerakan menguji resistance di level 6.000.

”Nilai transaksi IHSG pada perdagangan kemarin hanya Rp 7,5 triliun. Ini menunjukkan bahwa perdagangan sangat sepi, cerminan dari pasar yang kekurangan sentimen,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Senin (13/7)

Masih Volatil

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mellihat, IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih bergerak sideways dengan kecenderungan volatil di tengah kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih belum sepenuhnya kondusif. 

Dari sisi global, eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan premi risiko di pasar keuangan, terutama apabila berkembang hingga mengganggu pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz. 

Namun sejauh ini respons pasar global relatif terukur karena pelaku pasar masih menilai konflik tersebut belum mengganggu aktivitas ekonomi secara luas. 

Di saat yang sama, investor juga memilih bersikap hati-hati menantikan data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi acuan arah kebijakan suku bunga The Fed. 

Di dalam negeri, likuiditas perdagangan yang masih relatif tipis menunjukkan investor belum memiliki keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur risiko, sehingga penguatan IHSG cenderung terbatas dan lebih banyak ditopang oleh saham-saham yang memiliki katalis fundamental. 

“Selama tidak muncul eskalasi geopolitik yang lebih besar maupun kejutan dari kebijakan moneter global, IHSG diperkirakan masih mampu bertahan dengan pola konsolidasi sambil menunggu sentimen baru,” katanya kepada Kontan, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: IHSG Diperkirakan Masih Bergerak Volatil, Saham Apa yang Jadi Rekomendasi Analis?

William memproyeksikan, IHSG akan bergerak di level 5888 - 6040 pada Senin (13/7/2026).

Menurut dia, sepinya perdagangan di pasar saham pada akhir pekan lalu bukan indikasi yang berbahaya. “Sebab, peluang pengujian level 6.000 masih sangat memungkinkan untuk terjadi,” katanya.

Sementara, Hendra memproyeksikan, IHSG akan bergerak di area 5.850 - 6.000 pada perdagangan Senin (13/7/2026). Katanya, volatilitas IHSG dalam beberapa pekan ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter global serta perkembangan situasi geopolitik.

Di tengah likuiditas pasar yang masih terbatas, penopang utama IHSG tetap berasal dari fundamental ekonomi domestik yang relatif solid. 

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih berada di kisaran 5%, inflasi yang terjaga, stabilitas sektor perbankan, serta prospek belanja pemerintah menjadi faktor yang menjaga optimisme investor jangka menengah. 

Selain itu, harga beberapa komoditas energi masih berada pada level yang cukup baik sehingga menopang kinerja emiten berbasis sumber daya alam. 

Baca Juga: Menguat di Akhir Pekan, Ini Prediksi Pergerakan Rupiah pada Senin (13/7)

Namun, sentimen tersebut masih diimbangi oleh sejumlah faktor pemberat seperti pelemahan rupiah, masih berlanjutnya aksi jual investor asing, rendahnya aktivitas transaksi harian, serta tingginya ketidakpastian global. 

“Kondisi tersebut membuat pergerakan IHSG lebih bersifat selektif, dengan aliran dana yang terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan memiliki fundamental yang kuat,” kata Hendra.

Rekomendasi Saham

Untuk perdagangan Senin (13/7/2026), William merekomendasikan beli untuk saham GULA dan AMRT dengan target harga masing-masing Rp 700 - Rp 715 per saham dan Rp 1.445 - Rp 1.480 per saham.

Sedangkan Hendra merekomendasikan trading buy untuk ADRO dengan target harga Rp2.500 per saham, PGEO di Rp1.100 per saham, PGAS Rp1.575 per saham, serta TINS Rp3.750 per saham. 

“Namun, mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi, investor tetap disarankan menerapkan batas kerugian (stop loss) dan tidak terlalu agresif meningkatkan porsi investasi hingga arah kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik menjadi lebih jelas,” kata Hendra.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,83% ke 5.924, Cek Saham yang Banyak Diburu Asing Sepekan Terakhir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×