kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Menguat di Akhir Pekan, Ini Prediksi Pergerakan Rupiah pada Senin (13/7)


Minggu, 12 Juli 2026 / 14:15 WIB
Menguat di Akhir Pekan, Ini Prediksi Pergerakan Rupiah pada Senin (13/7)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026). Meski demikian, penguatan ini dinilai masih dibayangi risiko pembalikan arah seiring kembali memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,35% secara harian ke Rp 18.065 per dolar AS pada Jumat (10/7/2026). Namun, dalam sepekan rupiah melemah 0,56% dari posisinya di level Rp 17.963 per dolar AS pada Jumat (3/7/2026). 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,11% secara harian ke Rp 18.069 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,60% dari posisinya di level Rp 17.960 per dolar AS pada Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Menakar Durasi Tren Pelemahan Valas Asia dan Indikator Penentu pada Semester II-2026

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Kondisi tersebut mendorong mata uang di kawasan Asia maupun mata uang utama dunia menguat terhadap dolar AS.

"Rupiah dan mata uang regional maupun dunia umumnya menguat terhadap dolar di tengah pulihnya sentimen risiko menyusul harapan dilanjutkannya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran," ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (10/7/2026).

Meski begitu, Lukman mengingatkan penguatan rupiah berpotensi tidak bertahan lama. 

Pasalnya, pasar kembali dihadapkan pada meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbaru terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan pernyataan serupa oleh Iran.

Menurutnya, eskalasi konflik tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS, sehingga dapat kembali menekan pergerakan mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Untuk perdagangan Senin (13/7/2026), Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 18.000 hingga Rp 18.100 per dolar AS. 

Baca Juga: Simak Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Senin (13/7)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×