kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Yield SUN 10 Tahun Bisa Lanjut Turun, Penerbitan Obligasi Korporasi Bakal Meriah


Kamis, 16 Oktober 2025 / 13:52 WIB
Yield SUN 10 Tahun Bisa Lanjut Turun, Penerbitan Obligasi Korporasi Bakal Meriah
ILUSTRASI. Pefindo melihat imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun yang masih bisa menurun turut mendorong penerbitan obligasi korporasi.


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTAPT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melihat imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun yang masih bisa menurun turut mendorong penerbitan obligasi korporasi.

Chief Economist Pefindo, Suhindarto memperkirakan, tren penurunan yield obligasi pemerintah saat ini dapat berlanjut hingga akhir tahun.

“Namun, memang ini akan bergantung pada seberapa besar penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) di kuartal keempat ini,” katanya menjawab Kontan dalam konferensi pers virtual Pefindo, Kamis (16/10/2025).

Baca Juga: Yield SBN 10 Tahun Turun, Pemerintah Bisa Hemat Bunga Utang Rp 8 Triliun

Dengan yield obligasi pemerintah yang lebih rendah, Suhindarto menilai, keadaan ini turut menguntungkan obligasi korporasi dengan potensi peningkatan jumlah penerbitan.

“Jadi harapan kami, di akhir tahun ini hingga tahun depan, penerbitan relatif solid dan cenderung marak dibanding sebelumnya,” imbuhnya.

Ia menjeaskan, pasar surat utang pemerintah saat ini ditopang investor domestik. Hal ini positif untuk stabilitas seiring dengan masuknya arus asing ke pasar obligasi.

Dengan risiko yang makin rendah, Suhindarto memandang investor asing mulai melirik aset-aset di negara berkembang (emerging markets) untuk menempatkan dana mereka.

Ditambah, Indonesia masih berada pada peringkat investment grade dengan rating sovereign BBB. Dengan begitu, pasar keuangan Tanah Air masih masuk dalam radar investasi oleh investor global.

“Sehingga, kami melihat daya minat dari investor asing ke depan juga masih akan relatif terjaga,” tutur Suhindarto.

Adapun hingga akhir tahun, Suhindarto memproyeksikan yield SUN 10 tahun berpotensi menyentuh level 5,9%, dengan level resisten di 6,2%.

Baca Juga: Menakar Prospek Obligasi Pemerintah RI Seiring Tren Yield yang Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×