Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks utama di Wall Street ditutup melemah pada Jumat (6/3/2026), tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang mengecewakan.
Indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham sektor keuangan turun ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Penurunan juga terjadi pada S&P 500 dan Nasdaq Composite.
Melansir Reuters pada pukul 09.52 waktu New York, Dow Jones turun 887,53 poin atau 1,85% ke 47.067,21.
Sementara itu, S&P 500 melemah 106,95 poin atau 1,57% ke 6.723,35, dan Nasdaq Composite turun 316,55 poin atau 1,40% ke 22.431,29.
Baca Juga: IHSG Ambles 1,62% ke 7.585, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing di Akhir Pekan
Seluruh sektor utama dalam S&P 500 bergerak di zona merah, dengan subindeks perbankan anjlok sekitar 3,7% ke level terendah dalam lebih dari empat minggu.
Saham Western Alliance Bancorporation merosot 12,9% setelah bank tersebut menggugat Jefferies Financial Group terkait pembayaran senilai US$126,4 juta yang belum diselesaikan atas pinjaman yang terkait dengan pemasok suku cadang otomotif bangkrut, First Brands Group. Saham Jefferies sendiri turun 9,6%.
Indikator ketakutan pasar, CBOE Volatility Index, melonjak ke level tertinggi dalam empat bulan. Sementara itu kontrak berjangka indeks Russell 2000 yang sensitif terhadap suku bunga turun sekitar 2,3%.
Pasar Tenaga Kerja Lemah
Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan ekonomi Amerika Serikat secara tak terduga kehilangan sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%.
Pelemahan pasar tenaga kerja ini dipengaruhi oleh aksi mogok pekerja sektor kesehatan serta cuaca musim dingin ekstrem.
Setelah rilis data tersebut, pelaku pasar meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni.
Baca Juga: Harga Aluminium Global Melonjak di Tengah Ketegangan AS–Iran dan Gangguan Pasokan
Berdasarkan data LSEG, probabilitas pemangkasan kini mendekati 50%, naik dari sekitar 35% sebelumnya.













