Reporter: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) libur lagi hingga dibuka pada Selasa, 2 Juni 2026 karena akhir pekan dan libur Hari Lahir Pancasila. Investor yang memburu dividen perlu mencermati sejumlah saham yang memasuki periode cum dividen pada awal Juni 2026.
Cum dividen merupakan batas akhir bagi investor untuk membeli saham agar berhak memperoleh dividen yang dibagikan emiten. Investor yang membeli saham setelah tanggal ex dividen tidak lagi berhak atas pembagian dividen tersebut.
Pada 2 Juni 2026, sejumlah emiten dari sektor batu bara, infrastruktur, konsumer, konstruksi, hingga BUMN dijadwalkan membagikan dividen tunai. Setidaknya ada 13 saham yang cum dividen pada 2 Juni 2026.
Berikut beberapa saham cum dividen awal Juni 2026 beserta nilai dividen dan tanggal pembayarannya:
Baca Juga: Harga Emas Antam (29/5) Naik Rp 20.000 per Gram, Cuan 37,6% Pembeli Setahun Lalu
• INDY
- Dividen: Rp10,25 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 19 Juni 2026
• STAA
- Dividen: Rp75 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 11 Juni 2026
• CPIN
- Dividen: Rp180 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 12 Juni 2026
• JSMR
- Dividen: Rp156,23 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 19 Juni 2026
• BFIN
- Dividen final: Rp35 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 18 Juni 2026
• TOWR
- Dividen: Rp6,89 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 19 Juni 2026
• LFLO
- Dividen: Rp4,59 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 19 Juni 2026
• GEMA
- Dividen: Rp2 per saham
- Cum dividen: 2 Juni 2026
- Pembayaran dividen: 19 Juni 2026
Tonton: Pemerintah Incar Wajib Pajak Tajir dan Grup Korporasi pada 2027
Saham dengan Dividend Yield Menarik
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai sejumlah emiten menawarkan dividend yield di atas rata-rata pasar yang berada pada kisaran 3%-5%.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan, likuiditas saham, serta prospek bisnis jangka panjang sebelum membeli saham hanya untuk mengejar dividen.
Analis juga mengingatkan adanya risiko dividend trap, yaitu kondisi ketika dividend yield terlihat tinggi tetapi prospek bisnis perusahaan sedang melemah sehingga harga saham berpotensi terkoreksi setelah ex dividen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













