kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45934,92   -28,81   -2.99%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Tertekan Penurunan Peringkat Perbankan AS


Selasa, 08 Agustus 2023 / 21:34 WIB
Wall Street Tertekan Penurunan Peringkat Perbankan AS
ILUSTRASI. Wall Street terjun pada awal perdagangan hari Selasa (8/8), dipicu penurunan saham-saham perbankan dan energi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street terjun pada awal perdagangan hari Selasa (8/8). Saham keuangan jatuh setelah Moody's memangkas peringkat kredit pada beberapa bank kecil hingga menengah di Amerika Serikat (AS).

Lembaga rating ini mengatakan dapat menurunkan peringkat beberapa pemberi pinjaman terbesar di negara itu. Moody's memangkas peringkat pada 10 bank satu tingkat dan menempatkan enam raksasa perbankan, termasuk Bank of New York Mellon, US Bancorp, State Street dan Truist Financial, untuk meninjau potensi penurunan peringkat.

Moody's juga memperingatkan bahwa kekuatan kredit sektor tersebut kemungkinan akan diuji oleh risiko pendanaan dan profitabilitas yang lebih lemah.

Harga saham bank-bank besar seperti Goldman Sachs dan Bank of America masing-masing turun 2,7% dan 3,6%. Sedangkan harga saham Bank of New York Mellon dan U.S. Bancorp merosot 2,6% dan 4,9%.

Baca Juga: Level CDS Indonesia Turun, Aset Berisiko Bakal Kembali Dilirik

"Moody's menempatkan beberapa bank pada peringatan menambah downgrade Fitch dari pasar US Treasury minggu lalu dan memberi investor alasan tambahan untuk berhati-hati," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research kepada Reuters.

Selasa (8/8) pukul 21.29 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 1,18% ke 35.052. Indeks S&P 500 terjun 1,03% ke 4.472. Sedangkan Nasdaq Composite merosot 1,24% ke 13.820.
"Itu juga berarti bahwa kekhawatiran yang kami miliki di bulan Maret atas gagal bayar ketiga bank itu, belum berakhir."

Indeks perbankan turun 3,3% pada awal perdagangan dan telah kehilangan 4,7% sepanjang tahun ini. Padahal, indeks acuan S&P 500 menguat 16,8% sepanjang tahun. Runtuhnya Silicon Valley Bank dan Signature Bank awal tahun ini yang memicu krisis kepercayaan di sektor perbankan AS.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih di Fase Konsolidasi Pada Perdagangan Besok (9/8)

Setelah S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan minggu terburuk sejak Maret, Wall Street rally pada hari Senin karena investor membangun posisi menjelang laporan inflasi AS yang sangat ditunggu-tunggu pada hari Kamis (10/8).

Pada hari Selasa, Presiden Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker, anggota pemungutan suara tahun ini, mengatakan kecuali ada perubahan mendadak dalam arah data ekonomi baru-baru ini, Federal Reserve berpotensi menahan suku bunga.

Sepuluh dari 11 sektor S&P 500 utama turun. Penurunan dipimpin oleh kerugian di perusahaan energi karena harga minyak mentah turun setelah data perdagangan yang mengecewakan dari konsumen utama China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×