kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street: S&P Ditutup Naik Tipis Dibayangi Kenaikan Imbal Hasil US Treasury


Kamis, 28 September 2023 / 05:32 WIB
Wall Street: S&P Ditutup Naik Tipis Dibayangi Kenaikan Imbal Hasil US Treasury
ILUSTRASI. Wall Street


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks S&P 500 naik tipis pada perdagangan Rabu (27/9) setelah sesi wait and see. Investor mempertimbangkan apakah akan mulai melakukan bargain hunting setelah aksi jual yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil US Treasury dan ketidakpastian mengenai arah kenaikan suku bunga.

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 68,61 poin atau 0,2% menjadi 33.550,27, S&P 500 naik 0,98 poin atau 0,02% pada 4.274,51, dan Nasdaq Composite naik 29,24 poin atau 0,22%, menjadi 13.092,85.

Selain itu, para investor juga memperhatikan perkembangan di Washington karena perpecahan di antara anggota parlemen Amerika Serikat (AS) membuat pemerintah federal berisiko mengalami shutdown parsial pada akhir pekan.

Kemungkinan shutdown telah menambah kekhawatiran investor saham karena mereka bergulat dengan imbal hasil US Treasury yang telah naik ke level tertinggi 16 tahun terakhir. Menyusul The Fed minggu lalu mengisyaratkan jalur jangka panjang yang hawkish untuk suku bunga.

Baca Juga: Wall Street Rebound Pada Rabu (27/9) Setelah Anjlok Hari Sebelumnya

Pada saat yang sama, karena S&P 500 telah memangkas tajam kenaikannya dari tahun ke tahun, beberapa investor bertanya-tanya apakah pasar sudah mendekati titik terendahnya.

"Pada titik tertentu orang akan mulai membeli saham untuk kuartal keempat, dan penjualan pada kuartal ketiga mungkin hampir selesai," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel.

"Pada tingkat tertentu, orang-orang akan kembali berpikir bahwa kuartal keempat mungkin akan menjadi kuartal yang cukup baik."

Selama sesi perdagangan, S&P 500 naik sebanyak 0,4% dan turun sebanyak 0,8% sebelum memangkas kerugian.

Di antara sektor-sektor S&P 500, kelompok utilitas yang sensitif terhadap suku bunga mengalami penurunan terbesar, turun 1,9%.

Sektor energi naik 2,5% karena minyak mentah Brent menembus US$97 per barel, dengan lonjakan harga minyak yang menimbulkan ancaman baru terhadap inflasi yang telah moderat.

S&P 500 telah turun sekitar 7% sejak akhir Juli, tetapi masih naik lebih dari 11% untuk tahun 2023.

"Investor mencari titik balik," kata Art Hogan, chief market strategist B. Riley Wealth.

Baca Juga: Mencuil Cuan Window Dressing, Perhatikan Hal Berikut

Di Washington, Ketua DPR AS dari Partai Republik Kevin McCarthy menolak RUU pendanaan sementara yang diajukan di Senat. Hal ini membawa pemerintah semakin dekat dengan penutupan parsial keempat dalam satu dekade.

Selain itu, data pada hari Rabu menunjukkan pesanan untuk barang-barang manufaktur AS yang tahan lama naik di bulan Agustus. Sementara pengeluaran bisnis untuk peralatan tampaknya mendapatkan kembali momentum setelah goyah di awal kuartal ketiga.

Para investor berfokus pada indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi bulanan pada hari Jumat untuk mendapatkan gambaran baru mengenai inflasi.

Minggu ini juga akan ada rilis Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua dan pernyataan dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×