kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Wall Street Menguat Rabu (4/11), Demokrat Kuasai Kongres AS, Saham Data Center Lesu


Rabu, 04 November 2026 / 21:54 WIB
Wall Street Menguat Rabu (4/11), Demokrat Kuasai Kongres AS, Saham Data Center Lesu
ILUSTRASI. Bursa AS - Wall Street / NYSE (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID. Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (4/11/2026), setelah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections.

Investor menilai pemerintahan yang terbagi antara Demokrat dan Republik berpotensi membatasi perubahan kebijakan secara drastis.

Namun, saham-saham perusahaan pengelola pusat data atau data center justru tertekan. Investor mengkhawatirkan kemenangan Demokrat akan mendorong pengawasan dan regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: IHSG Dibayangi Rupiah dan Gejolak Politik, Ini Prediksi Analis hingga November 2026

Melansir Reuters, pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 997,76 poin atau 1,93% ke level 52.784,48. Indeks S&P 500 menguat 86,51 poin atau 1,14% menjadi 7.655,43, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 271,36 poin atau 1,07% ke posisi 25.643,36.

Demokrat berhasil menguasai Senat dan House of Representatives setelah meraih kemenangan di sejumlah wilayah yang selama beberapa generasi menjadi basis Partai Republik. Hasil tersebut mencerminkan gelombang ketidakpuasan pemilih terhadap Presiden AS Donald Trump.

Prospek pemerintahan yang terbagi di Washington dinilai dapat mengurangi potensi perubahan legislasi secara besar-besaran.

Kondisi ini turut mengangkat saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, meski kekhawatiran regulasi AI membebani saham operator pusat data.

Chief Investment Officer Public Markets Allianz Global Investors Michael Krautzberger dan ekonom senior AS Liam Wash menilai, investor dapat melihat pemerintahan AS tetap memiliki keterbatasan struktural dalam mengambil kebijakan.

Baca Juga: Margin dan Penjualan Feronikel Topang Kinerja ANTM, Simak Rekomendasi Sahamnya

"Investor dapat menyimpulkan bahwa Washington tetap memiliki keterbatasan struktural, sehingga membatasi peluang perubahan dramatis dalam prospek ekonomi," tulis keduanya.

Di antara perusahaan teknologi besar atau hyperscalers, saham Amazon.com melonjak 3,7%. Sementara itu, saham Meta Platforms dan Alphabet bergerak sedikit lebih tinggi.

Trump juga mengakui bahwa perang AS-Israel melawan Iran turut berperan dalam kekalahan Partai Republik pada pemilu tersebut.

Sebaliknya, saham SpaceX dan Tesla yang dipimpin Elon Musk menjadi salah satu yang tertinggal di pasar. Saham kedua perusahaan masing-masing turun 6,5% dan 4,7%.

Musk sebelumnya menggelontorkan hampir US$ 500 juta untuk mendukung kandidat Partai Republik, termasuk upaya mempertahankan kendali partai tersebut di Texas, negara bagian yang menjadi basis kedua perusahaan.

Baca Juga: Avian Brands (AVIA) Tebar Dividen Interim Rp 709 Miliar, Potensi Yield Capai 4,14%

Saham data center tertekan

Perkembangan industri AI menjadi perhatian investor setelah Demokrat meraih kemenangan di sejumlah negara bagian penting bagi industri pusat data, termasuk Texas dan Georgia. Di wilayah tersebut, penolakan masyarakat terhadap ekspansi pusat data yang pesat juga semakin mengemuka.

Ekonom Goldman Sachs memperkirakan kemenangan Demokrat di tingkat negara bagian dan lokal berpotensi mendorong moratorium pembangunan pusat data dalam jangka pendek.

Kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi sekitar 45% dari rencana ekspansi kapasitas pusat data di AS.

Baca Juga: Laba Emiten Rokok Melonjak hingga Kuartal III-2026, Ini Prospek HMSP, GGRM, WIIM

Tekanan terhadap saham sektor AI juga terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap belanja modal perusahaan teknologi besar yang terus membengkak, sementara bukti pengembalian investasi yang memadai masih terbatas.

Indeks teknologi Nasdaq-100 bahkan telah mengonfirmasi koreksi teknikal pada Senin lalu.

Saham operator pusat data IREN, Hut 8, Applied Digital, dan Core Scientific tercatat turun di kisaran 5,2% hingga 10%.

Saham perusahaan semikonduktor juga bergerak melemah meskipun Advanced Micro Devices (AMD) memperkirakan pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dari ekspektasi pada 2027, didorong lonjakan penjualan produk pusat data.

Saham AMD tercatat stagnan setelah sempat melonjak dalam perdagangan sebelum pembukaan pasar.

Sementara itu, saham Nvidia turun 1,2%. Saham Marvell Technology, Intel, dan Micron Technology juga bergerak di zona merah.

Di sektor pertahanan, saham Northrop Grumman, RTX, dan Lockheed Martin terkoreksi tajam. Investor menilai usulan anggaran pertahanan Trump senilai US$ 1,5 triliun berpotensi menghadapi hambatan lebih besar di Kongres setelah Demokrat menguasai kedua kamar legislatif.

Baca Juga: OJK Rajin Jatuhkan Sanksi, Mengapa Kepercayaan Investor Pasar Modal Belum Pulih?

Sebaliknya, saham perusahaan energi surya dan energi bersih bergerak menguat.

Kemenangan Demokrat dinilai memperkuat ekspektasi bahwa dukungan pemerintah federal terhadap pengembangan energi bersih akan tetap berlanjut.

Invesco Solar ETF melonjak 6,4%.

Dari saham individual, McDonald's menguat 2,1% setelah perusahaan makanan cepat saji tersebut membukukan laba kuartalan di atas estimasi pasar.

Sementara itu, saham Block melonjak 9,7% setelah perusahaan pembayaran tersebut menaikkan proyeksi laba kotor setahun penuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×